Mengenal Fenomena Harga Saham GameStock yang Melejit gara-gara Forum Reddit

Kompas.com - 29/01/2021, 14:28 WIB
Ilustrasi saham Gamestop yang terus meroket. MarketWatchIlustrasi saham Gamestop yang terus meroket.

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga saham perusahaan ritel yang menjual video game serta game console asal Amerika Serikat GameStop (GME) sempat menjadi sorotan lantaran harganya yang melambung pesat.

Puncaknya, pada Rabu (27/1/2021) lalu, harga saham GME menyentuh level tertinggi di kisaran 347,51 dollar AS per saham. Sepanjang pekan ini, saham Gamestop melejit hingga lebih dari 400 persen. Sementara bila dilihat sejak awal pekan ini, harga saham perusahaam game tersebut meroket hingga 685 persen.

Dilansir dari CNBC, saham perusahaan tersebut hanya bernilai 6 dollar AS pada empat bulan yang lalu.

Baca juga: Diakuisisi Anak Usaha Temasek, Saham Pemilik Hypermart Auto Reject Atas

Gamestop sendiri dalam beberapa tahun terakhir tak mencatatkan kinerja yang cemerlang. Perusahaan tersebut bahkan cenderung mengalami penurunan kinerja di tengah tren internet berkecepatan tinggi memungkinkan games untuk sekadar mendownload serta memainkan game mereka secara online.

Dilansir dari Time, bisnis GameStop saat ini bergantung pada penjualan game bekas, dan juga permintaan yang tinggi untuk perangkat PlayStation 5 serta Xbox Series X/S.

Selain itu, salah satu pendiri e-commerce Chewy, Ryan Cohen, yang bergabung dalam jajaran direksi juga memberikan optimisme terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal lain yang mendorong lonjakan harga saham GME yakni fenomena shot squeeze.

Fenomena tersebut muncul lantaran investor jangka pendek tengah berupaya mengurangi risiko kerugian. Cara tersebut dilakukan dengan meminjam dari sebuah perusahaan ketika harganya sedang naik, untuk kemudian kembali membeli saham yang sama ketika harganya naik sedikit dan menjualnya kembali.

Yang terjadi pada saham GameStop, transaksi dilakukan oleh investor dalam jumlah besar, dan menyebabkan mekanisme pasar kekurangan suplai. Harga saham GME kian melambung, dan kian banyak investor jangka pendek yang turut serta.

Meski menguntungkan bagi investor yang memegang saham tersebut sejak sebelum lonjakan harga, fenomena tersebut akan merugikan investor jangka pendek yang mengikuti tren belakangan.

Halaman:


Sumber Time

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenlu Buka 264 Formasi CPNS 2021 untuk Bekerja di Luar Negeri

Kemenlu Buka 264 Formasi CPNS 2021 untuk Bekerja di Luar Negeri

Work Smart
Jabatan Ini Bisa Diisi Pelamar CPNS Usia 40 Tahun

Jabatan Ini Bisa Diisi Pelamar CPNS Usia 40 Tahun

Whats New
Ini Beda Tahapan Seleksi CPNS, PPPK Guru, dan PPPK Non Guru Tahun 2021

Ini Beda Tahapan Seleksi CPNS, PPPK Guru, dan PPPK Non Guru Tahun 2021

Whats New
Jelang Rilis Neraca Perdagangan, IHSG dan Rupiah Justru Melemah

Jelang Rilis Neraca Perdagangan, IHSG dan Rupiah Justru Melemah

Whats New
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Pekerjaan Bagus tapi Belum Sejahtera | 7 Cara Bijak Mengelola Uang | Pentingnya Asuransi untuk Kendaraan

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Pekerjaan Bagus tapi Belum Sejahtera | 7 Cara Bijak Mengelola Uang | Pentingnya Asuransi untuk Kendaraan

Rilis
Mendag Curhat Sulitnya Dapat Pembiayaan Saat Jadi Pengusaha

Mendag Curhat Sulitnya Dapat Pembiayaan Saat Jadi Pengusaha

Whats New
Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Jalankan Bisnis Online, Ini Tips Pilih Jasa Pengiriman Barang agar Usaha Semakin Berkembang

Jalankan Bisnis Online, Ini Tips Pilih Jasa Pengiriman Barang agar Usaha Semakin Berkembang

BrandzView
IHSG Diprediksi Bergerak Melemah pada Hari Ini

IHSG Diprediksi Bergerak Melemah pada Hari Ini

Whats New
Sandiaga Uno: BUMN Sudah Mulai Work From Bali

Sandiaga Uno: BUMN Sudah Mulai Work From Bali

Whats New
UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Tuntaskan Tiga Masalah Penghambat Investasi

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Tuntaskan Tiga Masalah Penghambat Investasi

Whats New
Freeport Akan Beri Vaksinasi Covid-19 untuk 38.000 Karyawan

Freeport Akan Beri Vaksinasi Covid-19 untuk 38.000 Karyawan

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kalau Sakit Jangan Dipaksa Kerja | Alasan Pegawai Pura-pura Sakit | 7 Etika Sebelum Ajukan Cuti

[KURASI KOMPASIANA] Kalau Sakit Jangan Dipaksa Kerja | Alasan Pegawai Pura-pura Sakit | 7 Etika Sebelum Ajukan Cuti

Rilis
Bank BJB Beri Batas Waktu Penukaran Kartu Debit Magnetik hingga 30 Juni 2021

Bank BJB Beri Batas Waktu Penukaran Kartu Debit Magnetik hingga 30 Juni 2021

Whats New
Wawancara Imajiner Erick Thohir dengan Peter Drucker

Wawancara Imajiner Erick Thohir dengan Peter Drucker

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X