Kompas.com - 16/02/2021, 11:06 WIB
Ilustrasi Yuan SHUTTERSTOCKIlustrasi Yuan

Padahal dulu, mata uang Libra milik Facebook yang sekarang bernama Diem, sempat dipermasalahkan. Tapi rupanya Covid-19 telah mengubah prioritas atau preferensi bank sentral untuk mengeluarkan CBDC.

Alasan utamanya adalah meningkatkan akses keuangan dalam keadaan darurat, melengkapi uang tunai ketika terjadi karantina wilayah, sekaligus memberi ruang untuk program pendanaan publik.

Baca juga: Menkeu AS: Mata Uang Kripto Memang Menjanjikan, tetapi...

Efek yuan digital kepada negara lain

Kamboja menjadi negara Asia pertama yang secara resmi meluncurkan sistem uang elektronik. Selain Kamboja, ada Thailand, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan yang sedang melakukan penelitian dan uji coba.

Bank Nasional Kamboja sudah meluncurkan sistem pembayaran yang disebut Bakong pada Oktober lalu. Sistem itu dikembangkan dengan startup blockchain Jepang Soramitsu.

Sayang, negara berkembang dengan sistem relatif lemah seperti Kamboja perlu menempuh serangkaian penguatan yang diperlukan. Kamboja perlu menghindari penyusutan mata uang lebih lanjut mengingat sebagian besar transaksinya menggunakan dollar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, penyusutan mungkin terjadi seiring dengan prospek perkembangan yuan digital dan ambisi China.

Namun terlepas dari status China sebagai ekonomi terbesar di dunia, penggunaan yuan atau renminbi tertinggal jauh dibanding mata uang internasional lainnya.

Menurut IMF, yuan hanya menyumbang 2,13 persen dari cadangan devisa global pada kuartal III tahun 2020.  Pangsa pembayaran globalnya pun hanya 1,8 persen pada bulan Desember.

Kendati demikian, yuan digital bisa masuk ke negara berkembang di Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Apalagi China mendorong bank lokal dan asingnya untuk menggunakan yuan di Sistem Pembayaran Antar Bank Lintas batas. Ini tentu dapat meningkatkan rasio yuan dalam transaksi internasional.

Baca juga: Mau Bikin Uang Digital Sendiri, India Bakal Larang Bitcoin Cs

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.