BI Longgarkan DP Rumah 0 Persen Mulai Maret, BCA Masih Lakukan Persiapan

Kompas.com - 19/02/2021, 15:51 WIB
Ilustrasi BCA. SHUTTERSTOCKIlustrasi BCA.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melonggarkan rasio LTV/FTV kredit properti paling tinggi 100 persen alias DP 0 persen untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Kebijakan ini berlaku mulai bulan depan hingga 31 Desember 2021, menyempurnakan relaksasi PPnBM yang digulirkan Kementerian Keuangan pada saat yang sama.

Menanggapi hal itu, PT Bank Central Asia Tbk mengapresiasi secara baik langkah Bank Indonesia yang membuat kebijakan untuk mendorong sektor properti.

Baca juga: Ramai #ShopeeBunuhUMKM, Ini Tanggapan Asosiasi UMKM

Excecutive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, saat ini perseroan masih terus melakukan komunikasi dengan regulator sebelum mengakselerasi kebijakan.

"Hingga saat ini, BCA berkoordinasi secara internal dan akan terus berkomunikasi dengan regulator dan otoritas terkait kebijakan tersebut," kata Hera kepada Kompas.com, Jumat (19/2/2021).

Dia berharap, relaksasi kebijakan dapat membuat bisnis konsumer perbankan semakin menggeliat tahun ini. Sebab, bank swasta terbesar di RI ini mengestimasi pertumbuhan kredit mencapai 4-6 persen sepanjang tahun 2021.

Perseroan optimistis penyaluran tumbuh positif usai mengalami kontraksi -2,1 persen (yoy) karena pemulihan ekonomi mulai berjalan sejak kuartal IV 2020.

"Kami berharap bahwa geliat bisnis konsumer akan segera pulih sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah, regulator, dan otoritas perbankan termasuk program vaksinasi yang telah dijalankan pemerintah saat ini," pungkas Hera.

Baca juga: Ketika Bos PLN Bicara Kekhawatiran Ditinggal Pelanggan

Sebagai informasi, kredit konsumer BCA sepanjang tahun 2020 terkontraksi -10,8 persen (yoy) menjadi Rp 141,2 triliun.

Secara rinci, KPR turun 3,7 persen (yoy) menjadi Rp 90,2 triliun, KKB terkontraksi 22,6 persen (yoy) menjadi Rp 36,9 triliun, dan saldo outstanding kartu kredit turun 20,6 persen (yoy) menjadi Rp 11,2 triliun.

Dalam kondisi normal, perbankan bisa menyalurkan KKP dan KKB masing-masing Rp 2,5 triliun. Namun karena event virtual, KKB masih mampu tembus Rp 1 triliun di kuartal IV 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X