DP 0 Persen, Pembelian Rumah untuk Investasi Bakal Melonjak?

Kompas.com - 22/02/2021, 11:37 WIB
Ilustrasi KPR SHUTTERSTOCKIlustrasi KPR

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan melonggarkan uang muka pembelian motor dan mobil baru paling rendah 0 persen dan melonggarkan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) Kredit/Pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100 persen.

Artinya, debitur bisa mendapat Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan DP 0 persen. Kedua aturan ini berlaku mulai Maret hingga tanggal 31 Desember 2021.

Pengamat properti Aleviery Akbar mengatakan, DP 0 persen bagi KKB dan KPR memang bertujuan meningkatkan penyaluran kredit bank ke masyarakat yang sempat terpukul akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: BI Longgarkan DP Rumah 0 Persen Mulai Maret, BCA Masih Lakukan Persiapan

Dia menilai, pertumbuhan kredit tahun ini bakal makin masif seiring dengan semakin besarnya likuiditas. Tak hanya untuk pembelian kendaraan ataupun pembelian rumah tinggal, tapi juga pembelian untuk properti investasi.

Proyeksi Aleviery bukan tanpa alasan. Dia menemukan, properti residensial di Singapura mampu diserap hingga 60 persen setiap kali ada peluncuran properti baru. Serapan kebanyakan berasal dari investor.

"Artinya dengan menurunkan suku bunga dan LTV yang dilonggarkan, maka developer bisa menyasar kepada end user dan investor juga," kata Aleviery saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun di Indonesia, rumah tapak dengan harga di bawah Rp 1 miliar mampu diserap pasar dengan baik selama pandemi. Hal ini terlihat dari beberapa bank yang kreditnya masih tumbuh pada segmen KPR.

"Karena rata-rata end user pembelinya. Jadi dengan kebijakan baru BI dan penurunan bunga KPR seharusnya akan membangkitkan pasar properti kembali," tutur Aleviery.

Kendati demikian kebijakan DP 0 persen ini perlu direspons bank dengan lebih cepat menurunkan suku bunga kredit.

Berdasarkan data Bank Indonesia, penurunan suku bunga kredit sepanjang tahun 2020 baru sebesar 83 bps ke level 9,70 persen.

"Memang kebijakan DP 0 persen ini harus diikuti dengan bunga rendah, dari semua bank yang menyalurkan kredit kepada masyarakat agat bisa terakomodasi," ucap dia.

Baca juga: Mahalnya Suku Bunga Kredit Bank Bikin Ragu Ajukan Cicilan, DP 0 Persen Percuma?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.