Kejar Target Produksi 1 Juta Barrel, Industri Hulu Migas Butuh Investasi Rp 3.500 Triliun

Kompas.com - 26/02/2021, 15:03 WIB
Ilustrasi para pekerja di industri  migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan. SHUTTER STOCKIlustrasi para pekerja di industri migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, rencana jangka panjang industri hulu migas untuk memproduksi 1 juta minyak per hari dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari pada tahun 2030 membutuhkan investasi yang sangat besar.

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas Erwin Suryadi memproyeksikan, untuk merealisasikan target tersebut, industri hulu migas membutuhkan investasi mencapai 250 miliar dollar AS atau setara Rp 3.500 triliun dari tahun 2021 sampai 2030.

Dengan besarnya investasi tersebut, maka diperlukan sistem pengadaan barang dan jasa yang efektif, efisien, dan mampu menjadi daya ungkit yang kuat guna menggerakan industri hulu migas.

Baca juga: Terus Naik, Harga Cabai Rawit Merah Tembus 120.000/Kg

“Fungsi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas dan supply chain management (SCM) KKKS akan memainkan peran yang signifikan,” katanya dalam keterangan tertulis, dilansir Jumat (26/2/2021).

Pada tahun ini, SKK Migas dan KKKS telah menetapkan daftar pengadaan barang dan jaya sebanyak 1.482 paket pengadaan dengan keseluruhan nilai proyek sebesar 6,051 miliar dollar AS.

SKK Migas pun terus berupaya untuk mendorong keterlibatan industri nasional dalam proses pengadaan itu.

“Industri hulu migas berhasil mempertahankan capaian TKDN yang tinggi, pada tahun 2020 capaian TKDN mencapai 57 persen,” kata Erwin.

Selain itu, SKK Migas juga mendorong penyedia barang dan jasa dalam negeri khususnya kolaborasi bersama UMKM untuk terus berbenah diri.

Baca juga: Formasi CPNS 2021 Diumumkan Maret, Pendaftaran Dibuka April di SSCN

“Di antaranya melakukan pembenahan sistem supply chain sehingga dapat menjadi bagian dari pemain global supply chain yang dapat menghasilkan produk dengan kualitas dan harga yang bersaing dengan produk impor, serta memberikan pelayanan yang optimal bagi para KKKS,” ucap Erwin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Whats New
Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

Rilis
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Whats New
Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja Untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja Untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Whats New
Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Whats New
Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Spend Smart
Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Whats New
Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Rilis
Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Tempat Wisata Dibuka Tetapi Mudik Dilarang, Sandiaga: Pariwisata Bukan Jadi Masalah

Whats New
Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X