[TREN HOBI KOMPASIANA] Kiat Jitu Penjualan Buku | Kepergian Hewan Peliharaan | Bibit Monstera dan Induknya yang Hilang

Kompas.com - 17/03/2021, 21:57 WIB
Sejumlah buku komik ditata di rak dalam sebuah pameran buku. REUTERS / USA TODAY NETWORK / JORDAN KARTHOLL / THE STAR PRESSSejumlah buku komik ditata di rak dalam sebuah pameran buku.

KOMPASIANA---Karya tulis yang dibukukan kemudian laris di pasaran menjadi dambaan bagi tiap penulisnya.

Namun bagi para penulis pemula hal ini bukan perkara mudah.

Selain karena karyanya yang belum dikenal, para penulis pemula umumnya belum memiliki basis massa.

Persoalan lain yang membuat sebuah buku dapat laris di pasaran adalah promosi. Akan tetapi, pemula ini belum tentu memiliki bujet besar untuk melakukan promosi.

Kendati begitu, bukan halangan membuat seseorang menjadi penulis hebat dan karyanya dikenal banyak orang.

Karenanya, para penulis yang ingin menerbitkan karyanya dan laris di pasaran mesti mempuanyai langkah atau kiat jitu untuk mencapai itu semua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain seputar penerbitan buku, ada juga mengenai kisah bibit monstera dan bagaimana seekor hewan peliharaan bisa seperti menjadi keluarga sendiri.

Berikut 3 konten menarik dan populer kategori Hobi di Kompasiana:

1. Kiat Jitu agar Penjualan Buku Laris di Pasaran

Kompasianer Mahestha Rastha dalam tulisannya berjudul Kiat Jitu agar Penjualan Buku Laris di Pasaran menyebutkan setidaknya ada tujuh kiat yang bisa dilakukan agar hasil karya penulis pemula bisa laris di pasaran.

Kiat pertama adalah judul. Menurutnya judul menjadi daya tarik awal pembeli sebelum melihat isinya.

Yang kedua adalah bahan promosi. Bahan promosi yang pertama adalah desain yang memang tak dipungkiri lagi bahwa seorang penulis itu dituntut untuk belajar ilmu marketing dan copywriting.

"Karena kalau buku terbit, tugas selanjutnya adalah menjual bukunya agar banyak orang yang membaca dan menerima manfaat dari apa yang sudah kita tulis," ujarnya. (Baca selengkapnya)

2. Kala "Perginya" Hewan Peliharaan seperti Kehilangan Bagian Keluarga

Menggali tempat peristirahatan terakhir untuk binatang kesayangan yang mendadak pergi bukanlah hal yang diinginkan bagi setiap pecinta binatang. Namun, hal itu yang harus dialami Kompasianer Hadi Santoso.

Meski bukan untuk pertama kalinya hal tersebut dialami olehnya, tetapi tetap saja, menurutnya, mengubur binatang kesayangan adalah duka. Sebab, setiap hewan peliharaan sudah seperti keluarga sendiri.

Menurut Leslie Irvine, seorang sosiolog di University of Colorado-Boulder menyebut, tidak mengherankan jika seseorang berduka setelah kehilangan hewan peliharaannya

"Itu karena mereka sudah menganggap hewan yang dipiara tersebut sebagai bagian dari anggota keluarga," tulis Kompasianer Hadi Santoso. (Baca selengkapnya)

3. Kisah para Bibit Monstera dan Induknya yang Hilang

Kompasianer Aura Asmaradana membagikan ceritanya mengenai tanaman monstera miliknya yang hilang dicuri.

Padahal, tanaman ini sudah dirawat oleh ibunya sejak belasan tahun lalu. Sialnya, ketika dicuri, tanaman ini sedang booming di masyarakat.

Sebenarnya untuk memperbanyak tanaman ini tidak tergolong sulit. Tanaman bisa diperoleh dengan cara mencacah tanaman induk. (Baca selengkapnya) (IBS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.