Meroketnya Harga Cabai: Janji Pemerintah dan Masalah Klasik Menahun

Kompas.com - 22/03/2021, 08:22 WIB
Kholifah (30), seorang pedagang cabai rawit merah di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten. Ia menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 130.000 tiap satu kilonya. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALKholifah (30), seorang pedagang cabai rawit merah di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten. Ia menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 130.000 tiap satu kilonya.

Bila dibandingkan dengan 10 Maret 2021, harga cabai rawit merah menurun 0,49 persen, harga cabai merah keriting turun 1,55 persen sementara cabai merah besar meningkat 0,02 persen.

Menurut dia, penurunan harga ini disebabkan mulainya masa panen di beberapa daerah, seperti di Jawa Timur, Blitar, Kediri, Malang, Jawa Barat, Jawa Tengah dan lainnya.

Baca juga: Mendag Khawatir Harga Cabai Rawit Merah Anjlok Saat Lebaran

"Artinya tren penurunan antara 10 Maret dan 12 Maret ini akan terus menjadi penurunan. Yang saya takutkan, bahkan ketika kita menghadapi bulan puasa dan Lebaran, malah terjadi panen raya besar dan (harga) akan di bawah standar yang sudah kita tentukan," jelas dia.

Jokowi sempat jengkel

Polemik harga cabai sampai membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa kesal pada tahun 2017. Mantan Wali Kota Solo ini jengkel karena harga cabai bisa jadi keributan di masyarakat selama berbulan-bulan.

"Pengendalian harga bisa kita kontrol dengan baik, jadi jangan sampai ada yang suka naik-naikkan isu, mengenai cabai Pak, harganya mahal sekali," kata Jokowi saat Temu WNI di Sydney, Australia, seperti dikutip dari laman YouTube resminya.

Lanjut Jokowi, dirinya sampai heran mengapa cabai yang bukan komoditas pangan pokok tetapi bisa memicu polemik berkepanjangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Harga Cabai Meroket, Ikatan Pedagang Pasar Sentil Pemerintah

"Yang naik hanya cabai saja kok ribut, nanti kalau musimnya juga turun, biasa, fluktuatif. Jangan termakan hal seperti itu, faktanya memang iya (cabai naik), tetapi memang fluktuasinya seperti itu," ucapnya dengan nada kesal.

Jokowi awalnya membahas soal pengendalian inflasi yang relatif stabil pada periode pertama pemerintahannya. Namun, kemudian dirinya menyinggung masalah cabai yang saat itu harganya tembus di atas Rp 100.000 per kg.

Dibandingkan pencapaian penanganan inflasi, sambung Jokowi, meroketnya harga cabai seharusnya tak terlalu dipermasalahkan.

"Kita lihat posisi inflasi kita, artinya apa, kita lihat di sisi pengendalian harga, yang sebelumnya 8,3 persen. 2015 bisa kita tarik kepada 3,35 persen dan 2016 itu 3,02 persen," ungkap Jokowi.

Baca juga: Keluhan Emak-emak: Beli Cabai Rp 10.000, Isi hanya 7-10 Biji...

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.