Meroketnya Harga Cabai: Janji Pemerintah dan Masalah Klasik Menahun

Kompas.com - 22/03/2021, 08:22 WIB
Kholifah (30), seorang pedagang cabai rawit merah di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten. Ia menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 130.000 tiap satu kilonya. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALKholifah (30), seorang pedagang cabai rawit merah di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten. Ia menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 130.000 tiap satu kilonya.

Penjelasan petani cabai

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengungkapkan, meroketnya harga cabai seolah sudah jadi langganan setiap pergantian musim dalam setiap tahunnya. Selain itu, masalah ini belum juga ditemukan solusi permanennya.

"Sudah jadi masalah klasik. Masalah dari dulu kan cara berbudaya petani, paling penting di situ," kata Hamid.

Menurut dia, permintaan cabai khususnya jenis rawit terus meningkat dari tahun ke tahun seiring tren kuliner berbahan baku cabai rawit yang populer sejak beberapa tahun belakangan.

Di sisi lain, cara budidaya cabai yang dilakukan petani belum banyak berubah. Artinya, belum banyak petani cabai yang menanam dengan metode intensifikasi.

Baca juga: Cuaca Buruk hingga Banjir Kerek Harga Cabai Hingga Rp 128.000 per Kilogram

"Sudah begitu iklim sekarang berubah, penyakit banyak, lahan semakin menyempit, tanah menurun kesuburannya, cara menanamnya masih sama. Cara berbudidaya petani belum berubah. Pemerintah juga harus aktif melakukan pembinaan cara bercocok tanam yang baik," ujar Hamid yang juga pengepul cabai ini.

Jadi sebab inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Januari 2021 sebesar 0,26 persen. Dengan begitu, tingkat inflasi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,55 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ada beberapa komoditas yang menyumbang inflasi pada Januari 2021. Namun kenaikan harga tersebut bukan karena tingginya permintaan, namun lebih dipengaruhi oleh faktor suplai yang terkendala karena cuaca buruk.

Kenaikan harga cabai rawit dan ikan segar misalnya, terjadi karena adanya intensitas curah hujan yang tinggi.

Baca juga: Koperasi Simpan Pinjam: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya

"Kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh sisi suplai karena cuaca yang buruk. Kita harapkan ini sifatnya sementara, akhir Februari-Maret diharapkan (harganya kembali) stabil," kata Suhariyanto.

Janji Mentan

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, harga cabai rawit di tingkat konsumen akan mengalami penurunan pada masa bulan puasa dan Lebaran nanti atau sepanjang April-Mei 2021.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.