Otoritas Pengelola Terusan Suez Pertimbangkan Insentif buat Kapal Terdampak

Kompas.com - 31/03/2021, 10:33 WIB
Kosmonot Rusia Sergey Kud-Sverchkov membagikan gambar yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dari kapal kargo Ever Given terjebak miring di Terusan Suez pada 27 Maret 2021. (Image credit: Roscosmos / NASA) ROSCOSMOS NASA via TWITTERKosmonot Rusia Sergey Kud-Sverchkov membagikan gambar yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dari kapal kargo Ever Given terjebak miring di Terusan Suez pada 27 Maret 2021. (Image credit: Roscosmos / NASA)

ISMAILIA, KOMPAS.com - Otoritas Terusan Suez (Suez Canal Authority) menyampaikan, backlog kapal kontainer yang antre melewati Terusan Suez bisa diselesaikan dalam 3 sampai 3,5 hari setelah kapal kontainer raksasa Ever Given berhasil dievakuasi pada Senin lalu.

Adapun pada Selasa waktu setempat, tercatat 140 kapal yang melewati Terusan Suez selama hampir seminggu macet. Ketua Otoritas Terusan Suez Osama Rabie berharap lalu lintas kapal yang menumpuk itu akan diselesaikan dalam 3-4 hari.

Namun, para ahli mengingatkan, gangguan yang terjadi selama seminggu terakhir di Terusan Suez bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Baca juga:  Macet di Terusan Suez Sebabkan Ekspor Kayu hingga Nikel RI Terhambat

"Kami akan bekerja siang dan malam, dan insya Allah kami akan menyelesaikannya dalam waktu sesingkat mungkin," kata Rabie mengutip Channel News Asia, Rabu (31/3/2021).

Saat ini, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk memberikan diskon kepada kapal-kapal yang terhambat oleh macetnya Ever Given itu.

“Kami perlu mempelajarinya dengan benar karena jumlah kapalnya banyak, ada kapal yang menunggu satu hari, kapal yang menunggu dua hari, dan kapal yang menunggu tiga hari atau empat hari," ungkap Rabie.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga menyebutkan, kejadian di kanal itu memperkuat kemampuan teknisnya dengan membawa lebih banyak kapal tunda dan mesin pengerukan. Di sisi lain, dia mengingatkan, cuaca dan kesalahan manusia bisa berperan dalam terperangkapnya Ever Given.

Memang, penyumbatan membuat rantai pasokan global berantakan. Melewati jalur lain artinya memakan banyak waktu dengan tarif yang lebih mahal saat pandemi Covid-19 sudah memorakporandakan keuangan industri.

Sementara saat kapal Ever Given terjebak melintang di dua sisi kanal, ada 422 kapal menumpuk di sepanjang jalur untuk melewati kanal tersebut. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa bongkar muat di pelabuhan terdekat, atau menempuh jalur lain.

"Kami ingin menegaskan kembali dalam pesan yang jelas kepada dunia bahwa semuanya kembali normal," ucap Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.