[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Ekonomi Menjadi Kendala Melanjutkan Pendidikan | Model dan Strategi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus

Kompas.com - 09/04/2021, 11:06 WIB
Suasana belajar tatap muka di SMK Negeri 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pda Rabu (7/4/2021) pagi. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melakukan uji coba atau pilot project pembukaan sekolah tatap muka secara terbatas. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSuasana belajar tatap muka di SMK Negeri 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pda Rabu (7/4/2021) pagi. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melakukan uji coba atau pilot project pembukaan sekolah tatap muka secara terbatas.

KOMPASIANA---Sekolah wajib belajar 12 tahun yang digagas pemerintah diakui belum terealisasi maksimal.

Salah satu faktor belum terwujudnya wajib belajar 12 tahun adalah hal ekonomi. Meski, saat ini sudah ada kebijakan dari pemerintah yaitu jalur afirmasi.

Jalur afirmasi ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Syaratnya, siswa harus memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau keluarganya terdaftar sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Selain seputar wajib belajar 12 tahun, ada juga tentang model dan strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus serta sekolah tatap muka.

Berikut 3 konten menarik dan populer kategori Edukasi di Kompasiana:

1. Faktor Ekonomi Menjadi Kendala bagi Siswa dalam Melanjutkan Pendidikan

Pengalaman Kompasianer Tati Ajeng Saidah sebagai guru menggambarkan bahwa tak sedikit siswa yang terpaksa putus sekolah lantara persoalan biaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang murid misalnya, terpaksa berhenti mengenyam pendidikan dikarenakan sang ayah, yang menjadi tulang punggung, menderita sakit berat.

Secara langsung hal tersebut berdampak pada ekonomi keluarga dan kelanjutan pendidikan sang anak.

"Ibu tersebut merasa kebingungan dengan nasib pendidikan kedua anak perempuannya selanjutnya. Berbicaranya pun sambil menangis, saya pun sangat sedih pada saat mendengarkan beliau bercerita," tulis Kompasianer Tati Ajeng Saidah (Baca selengkapnya)

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdana Melantai di Bursa, Saham Bukalapak Naik 24,71 Persen

Perdana Melantai di Bursa, Saham Bukalapak Naik 24,71 Persen

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kunci dan Tantangan Menjadi Atlet Profesional

[KURASI KOMPASIANA] Kunci dan Tantangan Menjadi Atlet Profesional

Rilis
Bukalapak Toreh Sejarah Sebagai Unicorn Pertama yang IPO, 96.000 Investor Berpartisipasi

Bukalapak Toreh Sejarah Sebagai Unicorn Pertama yang IPO, 96.000 Investor Berpartisipasi

Whats New
Defisit Perdagangan RI-China Rp 45 Triliun, Mendag: Terendah dalam 10 Tahun Terakhir

Defisit Perdagangan RI-China Rp 45 Triliun, Mendag: Terendah dalam 10 Tahun Terakhir

Whats New
Turun Lagi, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Lagi, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Zipmex dan JXB Beri 3.320 Paket Makanan Untuk Petugas di 7 TPU Khusus Covid-19 di Jakarta

Zipmex dan JXB Beri 3.320 Paket Makanan Untuk Petugas di 7 TPU Khusus Covid-19 di Jakarta

Rilis
Tingkatkan Ekonomi Kuartal III, Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanja

Tingkatkan Ekonomi Kuartal III, Sri Mulyani Minta Pemda Segera Belanja

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
 95 Persen Warga Jakarta Telah Divaksinasi Tahap I, Sandiaga Uno Minta Masyarakat Jangan Lengah

95 Persen Warga Jakarta Telah Divaksinasi Tahap I, Sandiaga Uno Minta Masyarakat Jangan Lengah

Whats New
Apakah Harta Warisan Kena Pajak dan Wajib Dilaporkan di SPT?

Apakah Harta Warisan Kena Pajak dan Wajib Dilaporkan di SPT?

Whats New
IHSG Diprediksi Menguat pada Agustus 2021, Apa Saja Sentimennya?

IHSG Diprediksi Menguat pada Agustus 2021, Apa Saja Sentimennya?

Whats New
[POPULER MONEY] Mengapa UMKM Sulit Dapat Kredit Bank? | Cara Daftar Online Vaksinasi Covid-19

[POPULER MONEY] Mengapa UMKM Sulit Dapat Kredit Bank? | Cara Daftar Online Vaksinasi Covid-19

Whats New
Upaya Bos BEI Rayu Perusahaan Unicorn Untuk IPO

Upaya Bos BEI Rayu Perusahaan Unicorn Untuk IPO

Whats New
Relaksasi PPnBM dan PPN Dongkrak Penjualan Mobil dan Properti di Kuartal II/2021

Relaksasi PPnBM dan PPN Dongkrak Penjualan Mobil dan Properti di Kuartal II/2021

Whats New
Ekonomi Mulai Pulih, Bank BUMN Diminta Kembali Dekati Nasabah

Ekonomi Mulai Pulih, Bank BUMN Diminta Kembali Dekati Nasabah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X