KILAS

Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Kompas.com - 18/04/2021, 18:24 WIB
Petani dok WilmarPetani
Penulis Nana Triana
|

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, manfaat Kartu Tani yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan) mulai dirasakan para petani.

"Kita selalu berupaya agar pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran. Oleh karena itu, pola distribusi selalu kita perbaiki. Tahun ini, kita mulai menerapkan Kartu Tani untuk memperbaiki pola distribusi," kata SYL dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (18/4/2021).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menambahkan, Kartu Tani memiliki sejumlah manfaat.

"Pada tahap awal, Kartu Tani memang berfungsi untuk membantu pendistribusian pupuk bersubsidi. Namun, fungsinya lebih dari itu. Sebab, Kartu Tani juga menjadi data acuan untuk bantuan lain," kataya.

Baca juga: Distribusi Pupuk Bersubsidi Dilakukan Tertutup, Kementan Jadikan eRDKK Sebagai Acuan

Edhy menambahkan, Kartu Tani yang dikeluarkan Himpunan Bank Negara (Himbara), juga bisa berfungsi layaknya ATM.

Salah satu petani yang merasakan manfaat Kartu Tani adalah Edi Susanto.

Petani asal Kabupaten Mojokerto itu mengatakan bahwa Kartu Tani sangat membantu dan memberi kemudahan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

"Saya sejak punya Kartu Tani mendapatkan kuota pupuk urea 41 kilogram (kg), NPK 81 kg, ZA 14 kg, dan organik 148 kg untuk musim tanam pertama jagung. Pengambilan pupuk pun bisa disesuaikan kebutuhan,"

Susanto menjelaskan, syarat untuk mendapatkan kartu ini adalah petani harus tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan).

Baca juga: Bangun Ketahanan Pangan Masyarakat, BKP Kementan Bentuk Pertanian Keluarga

Edi melanjutkan, petani harus mengumpulkan fotokopi e-KTP dan tanda kepemilikan tanah, bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, atau anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Kemudian, data itu diverifikasi melalui data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan diarahkan ke sistem e-RDKK.

"Lalu, data tersebut diunggah ke e-RDKK. Untuk menerbitkan Kartu Tani, petani harus hadir di bank yang ditunjuk," kata Edi.

Selain Edi, Ketua Poktan Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Ahmad Muzayyin mengaku, seluruh anggota kelompoknya telah memiliki Kartu Tani.

Baca juga: Ekspor Pertanian Naik, Kementan: Kami Siap Gelar Karpet Merah untuk Eksportir

Meski begitu, Ahmad mengatakan, ada sebagian petani yang belum melakukan pengaktifan Kartu Tani ke bank terkait.

"Masih ada sebagian Kartu Tani yang tidak aktif. Sebab, sebagian petani belum melek teknologi sehingga perlu pendampingan dari Poktan untuk mengaktifkan kartu tersebut," jelas Ahmad.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.