Soal Investasi Tesla, BKPM: Doakan, Potensinya Selalu Ada

Kompas.com - 26/04/2021, 14:33 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, potensi investasi pabrikan mobil listrik asal AS, Tesla ke Indonesia selalu ada

Kini, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi masih terus melakukan komunikasi terus-menerus dengan pihak Tesla demi melanggengkan jalan investasi tersebut.

"Tesla ini sedang dilakukan komunikasi oleh Kemenko Marves dan mereka masih melakukan terus-menerus. Dan berapa potensinya? Insya Allah doakan, potensinya selalu ada," kata Bahlil dalam konferensi daring, Senin (26/4/2021).

Baca juga: Investasi Mangkrak Senilai Rp 517,6 Triliun Sudah Ditangani BKPM

Bahlil menuturkan, informasi detail mengenai investasi Tesla bakal disampaikan oleh Kemenko Marves. Pasalnya, Kemenko Marves akan lebih pasti mengetahui perkembangan investasi Tesla dari hari ke hari.

"Detailnya nanti disampaikan oleh Kemenko karena memang day to day-nya di sana. Tapi doakan masih ada harapan dan optimisme untuk bisa Tesla masuk ke Indonesia," sebut Bahlil.

Sebelumnya diberitakan, Tesla sudah merencanakan kunjungan ke Indonesia pada Januari 2020 untuk membahas mekanisme investasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayangnya, rencana tersebut mundur dan investasi menemui jalan buntu. Kabar terakhir Tesla lebih memilih membangun pabrik terbarunya di India ketimbang Indonesia.

Baca juga: Ini Alasan Direktur PAL Mengundurkan Diri Setelah 5 Hari Menjabat

Namun Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hari Setio memastikan negosiasi dengan Tesla tetap berjalan.

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut tertarik di bidang Energy Storage System (ESS), bukan pendirian pabrik perakitan untuk kendaraan bermotor.

ESS merupakan bagian dari proyek rantai pasok ekosistem industri baterai di Indonesia. Kerjanya seperti power bank dengan giga baterai skala besar yang mampu menyimpan tenaga listrik besar hingga ratusan megawatt (MW).

"Tesla kami masih berlangsung pembicaraannya, saya tidak bisa bicara detail. Saya mau klarifikasi, kami tidak pernah bicara sama mereka terkait pabrik mobil," ujar Septian dalam webinar "Indonesia at the Forefront of the Battery and Storage Revolution", Senin (8/3/2021).

Baca juga: Kepala BKPM: Pembentukan Kementerian Investasi Kewenangan Presiden

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.