Kompas.com - 29/04/2021, 21:00 WIB
Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia ke-9 Kabinet Indonesia Maju yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019 KOMPAS.com/SUCI RAHAYUErick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia ke-9 Kabinet Indonesia Maju yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan bakal ada 10 BUMN bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau go public hingga tahun 2023.

Perusahaan BUMN yang akan go public ini termasuk golongan dengan likuiditas yang besar.

"Karena itu Pak In (Dirut BEI), tantangannya itu tadi sampai 2023, minimum sepuluh BUMN akan kita go public dan market-nya sangat besar," ujarnya dalam sambutan peluncuran IDX-MES BUMN 17 yang ditayangkan secara virtual, Kamis (29/4/2021).

Selain itu, Erick juga menyebutkan bahwa dalam 10 tahun, BUMN telah menjadi penyumbang terbesar terhadap negara. Angkanya kontribusinya pun mencapai Rp 3.820 triliun.

"Alhamdulillah dalam sepuluh tahun terakhir sudah memberikan kontribusi luar biasa kepada negara Rp 3.820 triliun dari pajak, dividen maupun PNBP. Apakah kita puas? Tentu tidak," ucapnya.

Baca juga: Kementan Luncurkan SSI untuk Genjot Sektor Rempah Indonesia

Erick sempat menyinggung dibutuhkan keselarasan visi dari para direksi BUMN. Ia berpendapat, BUMN masih menjadi tumpuan utama negara untuk mendorong perekonomian Indonesia, selain pendapatan negara dari investasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tentu ini tidak mungkin berhasil kalau tadi para direksi BUMN tidak punya visi yang sama, bagaimana kita ingin menjaga transformasi supaya BUMN menjadi salah satu backbone daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia selain investasi yang diharapkan secara menyeluruh," katanya.

Sebelumnya, Erick Thohir mengungkap rencana 12 perusahaan pelat merah untuk melantai (listing) di BEI. Rencananya, perusahaan-perusahaan ini melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam tiga tahun ke depan dari 2021-2023.

Ke-12 perusahaan tersebut terdiri dari anak hingga cucu perusahaan BUMN.

Erick mengatakan, proses listing termasuk dalam transformasi perusahaan BUMN agar lebih transparan dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Hanya saja, ia tak merinci perusahaan mana saja yang dimaksud.

Baca juga: Erick Thohir: Saya Minta Semua yang Terlibat Kasus Alat Tes Antigen Bekas Dipecat



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.