Tingkatkan Kualitas SDM Usaha Mikro, Kemenkop Gelar Pelatihan Literasi Keuangan

Kompas.com - 30/04/2021, 22:42 WIB
Kantor Kementerian Koperasi dan UKM KONTAN/DANIEL PRABOWOKantor Kementerian Koperasi dan UKM
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan literasi keuangan untuk meningkatkan pengetahuan SDM usaha mikro.

Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Usaha Mikro, Deputi Usaha Mikro Kemenkop UKM, Hariyanto mengatakan, usaha mikro memiliki porsi terbesar dari struktur pelaku usaha di Indonesia.

Saat ini, jumlah usaha mikro mencapai 63,4 juta unit usaha dari 64,2 juta keseluruhan UMKM. Ini menjadi tantangan besar untuk mendorong usaha mikro naik kelas.

“Salah satu tantangan besar itu adalah kemampuan terhadap akses pembiayaan yang masih rendah,” kata Hariyanto, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Usaha Mikro, Deputi Usaha Mikro, Kementerian Koperasi dan UKM dalam siaran pers, Jumat (30/4/2021).

Hariyanto mengatakan, untuk meningkatkan akses terhadap pembiayaan perlu kemampuan menjalankan manajemen usaha yang baik. Salah satunya adalah dengan melengkapi administrasi dan pencatatan keuangan kegiatan usaha dalam segala kondisi usaha.

Pelaku usaha mikro juga perlu memahami pengelolaan keuangan baik saat likuiditas baik maupun ketika mengalami penurunan. Oleh karena itu, pelatihan literasi keuangan dilakukan oleh KemenkopUKM untuk meningkatkan pengetahuan SDM usaha mikro.

Baca juga: Ini Daftar Aset Keluarga Cendana yang Disita Negara

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pelatihan merupakan salah satu kunci pemberdayaan usaha mikro untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro dalam hal pengelolaan keuangan,” kata Hariyanto.

Pelatihan literasi keuangan usaha mikro salah satunya dilaksanakan dengan tema Pencatatan Keuangan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19 yang dilakukan di Sampang, Madura, Jawa Timur.

Pelatihan ini ditujukan untuk membantu usaha mikro agar mampu melengkapi administrasi dan pencatatan keuangan saat kondisi likuiditas usaha mengalami penurunan sehingga dapat tumbuh dan berkembang kembali dalam meningkatkan produktivitas usahanya di masa Pandemi Covid-19.

Pelatihan ini diharapkan mendorong kemampuan para pelaku usaha mikro membuat laporan keuangan berstandar entitas mikro, kecil, menengah (MKM) yang akhirnya dapat diakses melalui aplikasi Lamikro.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sampang Suhartini menyampaikan, masih banyak Usaha Mikro yang belum mengerti pencatatan keuangan.

"Kami menyambut baik dengan adanya pelatihan ini, dimana jumlah usaha mikro yang sebanyak 30.618 di kabupaten sampang ini masih banyak yg belum begitu mengenal literasi keuangan," kata Suhartini.

Baca juga: Nekat Mudik Lebaran, Siap-siap Dikarantina 5 Hari



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Pekerjaan Bagus tapi Belum Sejahtera | 7 Cara Bijak Mengelola Uang | Pentingnya Asuransi untuk Kendaraan

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Pekerjaan Bagus tapi Belum Sejahtera | 7 Cara Bijak Mengelola Uang | Pentingnya Asuransi untuk Kendaraan

Rilis
Mendag Curhat Sulitnya dapat Pembiayaan Saat Jadi Pengusaha

Mendag Curhat Sulitnya dapat Pembiayaan Saat Jadi Pengusaha

Whats New
Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Jalankan Bisnis Online, Ini Tips Pilih Jasa Pengiriman Barang agar Usaha Semakin Berkembang

Jalankan Bisnis Online, Ini Tips Pilih Jasa Pengiriman Barang agar Usaha Semakin Berkembang

BrandzView
IHSG Diprediksi Bergerak Melemah pada Hari Ini

IHSG Diprediksi Bergerak Melemah pada Hari Ini

Whats New
Sandiaga Uno: BUMN Sudah Mulai Work From Bali

Sandiaga Uno: BUMN Sudah Mulai Work From Bali

Whats New
UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Tuntaskan Tiga Masalah Penghambat Investasi

UU Cipta Kerja Dinilai Bisa Tuntaskan Tiga Masalah Penghambat Investasi

Whats New
Freeport akan Beri Vaksinasi Covid-19 untuk 38.000 Karyawan

Freeport akan Beri Vaksinasi Covid-19 untuk 38.000 Karyawan

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kalau Sakit Jangan Dipaksa Kerja | Alasan Pegawai Pura-pura Sakit | 7 Etika Sebelum Ajukan Cuti

[KURASI KOMPASIANA] Kalau Sakit Jangan Dipaksa Kerja | Alasan Pegawai Pura-pura Sakit | 7 Etika Sebelum Ajukan Cuti

Rilis
Bank BJB Beri Batas Waktu Penukaran Kartu Debit Magnetik Hingga 30 Juni 2021

Bank BJB Beri Batas Waktu Penukaran Kartu Debit Magnetik Hingga 30 Juni 2021

Whats New
Wawancara Imajiner Erick Thohir dengan Peter Drucker

Wawancara Imajiner Erick Thohir dengan Peter Drucker

Whats New
Klarifikasi Pemerintah: Tak Semua Sembako dan Sekolah Kena Pajak

Klarifikasi Pemerintah: Tak Semua Sembako dan Sekolah Kena Pajak

Whats New
[POPULER MONEY] Pengumuman Rekrutmen CPNS dan PPPK | Harga Sepeda Anjlok

[POPULER MONEY] Pengumuman Rekrutmen CPNS dan PPPK | Harga Sepeda Anjlok

Whats New
Peserta yang Mundur Usai Dinyatakan Lulus CPNS dan PPPK Tak Boleh Melamar Tahun Depan

Peserta yang Mundur Usai Dinyatakan Lulus CPNS dan PPPK Tak Boleh Melamar Tahun Depan

Whats New
Tenang, Beras Rojolele hingga Pandan Wangi akan Bebas PPN

Tenang, Beras Rojolele hingga Pandan Wangi akan Bebas PPN

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X