Terkerek Harga Daging Ayam hingga Minyak Goreng, IHPB April 2021 Naik 0,31 Persen

Kompas.com - 03/05/2021, 14:50 WIB
Daging ayam di Pasar Grogol, Kamis (8/4/2021). Kompas.com/Sonya TeresaDaging ayam di Pasar Grogol, Kamis (8/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,31 persen terhadap Maret 2021.

Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,63 persen.

Kemudian diikuti oleh sektor industri 0,32 persen dan sektor pertanian 0,23 persen.

Baca juga: BPS: Harga Beras Kembai Turun

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, kenaikan IHPB pada April disebabkan oleh naiknya beberapa komoditas.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, kentang, seledri, rokok kretek filter, dan minyak goreng.

Kemudian komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai rawit, kubis, kol, bawang merah, serta tomat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kenaikan harga rokok kretek filter terjadi karena kebijakan pemerintah menaikkan cukai tembakau. Kenaikan minyak goreng terjadi karena ada kenaikan CPO di tingkat dunia, dan sangat mempengaruhi harga minyak goreng di Indonesia," kata Setianto dalam konferensi pers, Senin (3/4/2021).

Sementara di sektor industri, IHPB mencapai 0,32 persen dan memberikan andil terbesar di bulan April mencapai 0,26 persen.

Baca juga: Cetak Rekor Baru, Harga Ethereum Tembus Rp 44,95 Juta

Setianto berujar, hal ini terjadi karena ada penurunan harga beras di tingkat grosir, yang dipicu oleh penurunan harga gabah di tingkat petani maupun penggilingan.

"Turunnya harga beras dan gabah ini terjadi karena di beberapa sentra produksi masih terdapat panen raya sehingga pasokan beras tinggi," ungkap dia.

Adapun IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada April 2021 naik sebesar 0,32 persen terhadap bulan sebelumnya.

Kenaikan dipicu oleh kenaikan harga komoditas rangka atap baja, barang dari logam aluminium siap pasang untuk bangunan, kawat dan sejenisnya, besi konstruksi bangunan, dan besi beton.

"Dengan begitu, perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 1,19 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,31 persen," pungkas Setianto.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.