[TREN BOLA KOMPASIANA] Filosofi Unai Emery yang Sukses | Andai Manchester United Meniru Belanda | Antonio Conte dan Inter Milan, Definisi Ditinggal Saat sedang Sayang-Sayangnya

Kompas.com - 28/05/2021, 18:20 WIB
Para pemain Villarreal merayakan trofi juara Liga Europa setelah memenangi laga final Liga Europa antara Villarreal vs Man United di Stadion Gdansk pada 26 Mei 2021. AFP/ADAM WARZAWAPara pemain Villarreal merayakan trofi juara Liga Europa setelah memenangi laga final Liga Europa antara Villarreal vs Man United di Stadion Gdansk pada 26 Mei 2021.

KOMPASIANA---Villarreal keluar sebagai juara kompetisi Liga Europa 2020/2021 usai mengalahkan wakil Inggris Manchester United, di Stadion Gdansk, Polandia, Kamis (27/5/2021) dini hari WIB.

Kemenangan ini sebenarnya terbilang cukup mengejutkan. Pasalnya Villareal datang sebagai tim yang tidak terlalu diunggulkan.

Di kompetisi domestik, klub tersebut mengakhiri musim 2020-2021 dengan duduk di peringkat tujuh klasemen La Liga. Berbeda dengan Manchester United yang berada di urutan kedua Liga Inggris musim ini.

Namun Villarreal sepertinya lebih garang di Liga Europa. Mengawali kompetisi Villarreal tergabung dengan Maccabi Tel Aviv, Sivasspor, dan Qarabaq pada grup I keluar sebagai juara grup.

Pada babak penyisihan pun semua lawan-lawannya mereka libas. Termasuk wakil Inggris lainnya, Arsenal, pada babak perempat final. Sebelum akhirnya menjadi juara setelah berhasil membuat Setan Merah tersungkur.

Ketangkasan Kapal Selam Kuning, julukan Villarreal, memang tak lepas dari tangan dingin sang pelatih, Unai Emery.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain mengenai keberhasilan Villarreal menjuarai Liga Europa 2020/2021, ada juga pembahasan tentang Antonio Conte yang terpaksa berpisah dengan Inter Milan, klub yang baru dibawanya juara Liga Italia.

Berikut konten-konten menarik dan populer kanal Bola di Kompasiana:

1. Simak Filosofi Unai Emery yang Sukses Antarkan Villareal Juara Liga Eropa

Kompasianer Efrem Siregar berpendapat, kesuksesan Villarreal menjuarai Liga Europa musim ini tak lepas dari pengalamannya sebagai pelatih.

Menurut Efrem, Unai Emery memiliki pengalaman membawa klub yang pernah dilatihnya melaju sampai ke final, salah satunya adalah Sevilla.

Lain dari itu, dikatakan dia, di bawah Emery Villarreal menjelma menjadi tim yang memiliki determinasi serta mentalitas pemain yang tidak ingin ditekan hanya karena berstatus tim underdog tanpa megabintang.

"Villareal bermain apa adanya, tetapi mereka punya tujuan yang membuat prosesnya menjadi bernilai," tulisnya. (Baca selengkapnya)

2. Andai Manchester United Meniru Strategi Adu Penalti Belanda di PD 2014

Masih dari Liga Europa, kali ini Kompasianer Hadi Santoso memiliki pandangannya tersendiri. Menurutnya, Manchester United bisa saja menjadi juara andai mereka meniru strategi Belanda pada Piala Dunia 2014 lalu.

Dikatakan dia, pada pertandingan tersebut semestinya Ole Gunnar Solskjaer mempersiapkan kemungkinan akan terjadinya babak adu jotos ini, dengan mengganti kiper David De Gea dengan Dean Henderson.

Alasannya, merujuk data projectfootballdotcom, rasio sukses De Gea dalam penalti hanyalah 17 persen. Sementara Henderson 42 persen

"Data dari compellingfootballopinions.com bahkan menyebut De Gea tidak bisa melakukan penyelamata penalti dalam 36 kesempatan," tulisnya. (Baca selengkapnya)

3. Antonio Conte dan Inter Milan, Definisi Ditinggal Saat sedang Sayang-Sayangnya

Ditinggal saat sedang sayang-sayangnya begitu menyakitkan. Setidaknya demikian gambaran hubungan Antonio Conte dan Inter Milan.

Bagaimana tidak, ketika Conte mampu membawa Inter Milan menjadi jawara Liga Italia, dia justru melepaskan kursi panas yang sudah didudukinya sejak dua musim lalu.

Bahkan dikabarkan kepergian Conte dilandasi oleh ketidaksepakatan antara dirinya dengan pemilik klub mengenai pengelolaan finansial klub.

Kompasianer NadhifaSalsabila Kurnia berpendapat Conte begitu berjasa untuk mengembalikan Si Biru-Hitam untuk urusan kejayaan untuk gelar Scudetto.

"Sebagaimana diketahui, selama 11 tahun sebelumnya, Inter Milan terus-menerus menelan pil pahit di antaranya karena Juventus yang terus mendominasi menguasai sembilan tahun lamanya Liga Italia," tulis dia. (Baca selengkapnya) (IBS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.