Kemendag Akui Tak Mudah Capai Target Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021

Kompas.com - 31/05/2021, 16:59 WIB
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI, Oke Nurwan melakukan pemantauan harga ke Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANADirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI, Oke Nurwan melakukan pemantauan harga ke Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa (26/11/2019).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengakui upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen di kuartal II -2021 merupakan hal yang sulit.

Menurut dia, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, konsumsi rumah tangga harus di atas 5 persen. Selain itu, ekspor juga harus digenjot lebih dari 2 persen, dan impor tetap tumbuh namun ditahan pada level 2 persen.

“Target pertumbuhan ekonomi di kuartal II adalah 7 persen, ini merupakan tantangan berat, karena serapanya masih sedikit sekali,” ungkap Oke secara virtual, Senin (31/5/2021).

Oke mengatakan konsumsi rumah tangga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi 56,4 persen.

Baca juga: Mau Beli Produk Asuransi? Sisihkan 10 Persen dari Pengeluaran Sehari-hari

Dia bilang, untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga, perdagangan domestik harus berjalan. Ia berharap akan lebih baik lagi jika terjadi peningkatan penjualan produk lokal, utamanya produk UMKM.

“Konsumsi rumah tangga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi hampir 60 persen, artinya perdagangan domestik harus jalan, dan jika konsumsi rumah tangga ini diwarnai dengan produk lokal, akan sangat bagus sekali karena sekaligus menggerakkan dan mengoptimalkan produk lokal,” ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oke menilai untuk meningkatkan potensi UMKM terhadap konsumsi rumah tangga, butuh peran pemerintah dalam mengoptimalkan produk dalam negeri.

Adapun beberapa strategi yang bisa dilakukan, pertama adalah dengan membangun kemudahan berusaha bagi siapapun, temasuk UMKM.

Baca juga: Gerai Giant BakalTutup Semua, Aprindo Sebut Dampak dari Pandemi Covid-19

“Pada dasarnya harus di bangun kemudahan berusaha, khusus bagi UMKM pemerintah harus memberi jaminan dalam rangka kemudahan berusaha, mulai dari lapangan usaha yang terbuka, dan regulasinya,” kata dia.

Setelah lapangan usahanya dijamin pemerintah, hal selanjutnya adalah akses pasarnya. Menurut Oke, akses pasar terhadap UMKM tidak kalah penting, seperti melalui promosi, kerja sama, atau rencana membuat pusat perdagangan untuk UMKM.

“Jadi kita harus kreatif dan inovatif memastikan lapangan usaha, akses pasar, dan memfasilitasi UMKM. Selanjutnya membangun budaya bangsa agar cinta terhadap produk dalam negeri. Banyak negara maju yang mencintai produk dalam negerinya dulu. setelah mengusai pasar dalam negeri, barulah merambah ekspor,” ucap dia.

Baca juga: BNI Masih Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.