Pengenaan Tarif ATM Link Hanya Ditunda, YLKI Ingatkan soal Beban Masyarakat

Kompas.com - 01/06/2021, 16:03 WIB
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAKetua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, pengenaan tarif ATM Link sangat kontraproduktif dengan kondisi perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

Meski implementasinya ditunda, pengenaan tarif ATM Link yang semula gratis dinilai akan menambah beban pengeluaran masyarakat. Hal itulah yang membuat YLKI meminta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) membatalkan tarif, bukan sekadar melakukan penundaan.

"Saya kira dari sisi momen juga sangat tidak manusiawi, sangat tidak tepat. Karena sudah pandemi, sudah krisis ekonomi, malah dikenakan biaya yang tidak masuk akal. Jadi kita mintanya YLKI bukan ditunda tapi dibatalkan," kata Tulus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: YLKI: Kami Minta Pengenaan Tarif ATM Link Dibatalkan, Bukan Ditunda

Tulus menilai, alasan apapun yang dikatakan Himbara tidak bisa dibenarkan saat kondisi penghasilan masyarakat masih terbatas karena pandemi.

Asal tahu saja, himpunan bank pelat merah itu beralasan, kenaikan tarif merupakan cara bank mendorong percepatan inklusi dan literasi keuangan karena akan lebih banyak transaksi non tunai (cashless). Layanan transaksi di ATM Link pun disebut-sebut akan lebih baik jika tarif diberlakukan.

Sedangkan ketika ATM Link diperkenalkan pertama kali pada tahun 2015, semangatnya mendorong banyak manfaat meliputi hemat biaya operasional bagi perbankan dan hemat biaya transaksi bagi nasabah pengguna ATM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masa mendorong cashless tapi memberikan disinsentif kepada konsumen? Kan enggak lucu. Kemudian (alasannya untuk) meningkatkan pelayanan jaringan, itu all budget lah dari biaya operasional. Enggak boleh ada pungutan dari sana-sini," beber Tulus.

Tak heran kata Tulus, banyak nasabah yang menentang kenaikan tarif ini. Tulus bahkan mengakui banyak keluhan yang masuk ke YLKI baik secara lisan maupun tulisan melalui media sosial.

Baca juga: Pengenaan Tarif Cek Saldo dan Tarik Tunai ATM Link Resmi Ditunda

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.