Survei IDEAS: 20 Persen Keluarga Miskin di Metropolitan Tidak Pernah Terima Bansos Pemerintah

Kompas.com - 10/06/2021, 19:08 WIB
Ilustrasi Bantuan Presiden (Banpres) Produktif (Dok. Shutterstock) Ilustrasi Bantuan Presiden (Banpres) Produktif (Dok. Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menunjukkan bahwa masih terdapat 20 persen keluarga miskin di wilayah metropolitan, yang seharusnya berhak menerima bantuan sosial, tetapi belum pernah menerimanya sama sekali selama masa pandemi, baik dari pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten/kota.

Survei tersebut digelar di lima wilayah aglomerasi utama di Indonesia yaitu Jabodetabek, Semarang Raya, Surabaya Raya, Medan Raya dan Makassar Raya pada awal 2021.

Survei dilakukan terhadap 1.013 kepala keluarga miskin secara tatap muka.

Baca juga: Sembako Kena PPN, Pemerintah Janji Perkuat Bansos

"Dengan responden seluruhnya adalah keluarga miskin yang berlokasi di lima wilayah aglomerasi utama, seharusnya tidak sulit untuk diidentifikasi dan dijangkau, ditambah waktu survei dilakukan sepuluh bulan setelah pandemi melanda, tingkat exclusion error sebesar 20 persen ini sangat mengkhawatirkan," kata Direktur IDEAS Yusuf Wibisono dalam keterangan tertulisnya pada kamis (10/6/2021).

Yusuf mengatakan, celah exclusion error sebesar 20 persen ini tidak mampu ditutup seluruhnya oleh bantuan sosial dari sumber selain pemerintah.

"Dari 20 persen responden yang tidak tercakup oleh bansos dari pemerintah, hanya 6,8 persen saja yang mampu ditutup oleh bansos dari institusi nonpemerintah dan lingkungan terdekat, sedangkan 13,2 persen sisanya sama sekali tidak pernah menerima bansos apapun di masa pandemi," ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari responden penerima bansos pemerintah pusat di masa pandemi, mayoritas responden menerima bansos diskon listrik PLN 52 persen dan program keluarga harapan (PKH) 36,1 persen.

Diikuti kemudian dengan kartu sembako (BPNT) 22,9 persen, bansos tunai 12,8 persen, BLT UMKM 3,3 persen dan kartu prakerja 2,1 persen.

Baca juga: Ini Syarat dan Cara Mencairkan Bansos Tunai Rp 300.000

IDEAS menilai, dengan cakupan program dengan sasaran yang paling tinggi sebesar 52 persen, bansos diskon listrik PLN sangat layak untuk dipertahankan selama masa pandemi.

Menjadi memprihatinkan ketika program diskon listrik ini justru dihentikan oleh pemerintah di semester II 2021 ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X