IHSG Memerah Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19 Dalam Negeri

Kompas.com - 17/06/2021, 10:37 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengawali perdagangan Kamis (17/6/2021), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. Mengutip dari RTI, pukul 9.16 WIB, indeks acuan saham berada di level 6.042,59 atau turun 35,9 poin (0,59 persen).

Sebanyak 127 saham menguat, 273 melemah, dan 168 saham berada di posisi stagnan. Adapun perolehan nilai transaksi sementara sebesar Rp 1,67 triliun dari 3,18 miliar lembar saham yang diperjualbelikan. Sebelumnya, IHSG diprediksikan masih terkoreksi.

Menurut Analis Artha Sekuritas, Dennies Christoper, pergerakan masih akan dibayangi kekhawatiran akan kebijakan tapering off yang menyebabkan outflow IHSG.

Baca juga: Kata Hansel Davest Indonesia Soal Lonjakan Harga Saham

 

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia juga menjadi sentimen negatif bagi para pelaku investor.

"Selain itu, masih ada kekhawatiran akibat jumlah kasus Covid-19 dalam negeri yang mencapai 10.000 kasus per hari yang mencapai rekor tertinggi sejak bulan Januari," ujarnya dalam analisa tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menganalisa pergerakan IHSG terlihat belum mampu menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik.

Namun, menurut dia, pergerakan IHSG pada hari ini masih akan diwarnai jelang rilis data perekonomian tingkat suku bunga yang disinyalir belum akan mengalami perubahan.

"Sehingga selama support level terdekat dapat dipertahankan IHSG masih memiliki peluang untuk kembali pada jalur uptren jangka pendeknya," kata William.

Di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) masih belum mampu bangkit ke teritori positif.

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah melemah 100 poin atau 0,70 persen ke Rp 14.337 per dollar AS. Dari posisi Rabu (16/6/2021), yang berada di Rp 14.237 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.