Awal Perdagangan Akhir Pekan, IHSG dan Rupiah Belum Mampu Bangkit

Kompas.com - 18/06/2021, 10:26 WIB
Ilustrasi saham. Apa yang dimaksud dengan IHSG dan apa kegunaan IHSG? Kepanjangan IHSG adalah Indeks Harga Saham Gabungan. PEXELS/BURAK KIlustrasi saham. Apa yang dimaksud dengan IHSG dan apa kegunaan IHSG? Kepanjangan IHSG adalah Indeks Harga Saham Gabungan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan akhir pekan ketiga, Jumat (18/6/2021), berada di zona merah.

Dikutip dari RTI, pukul 9.37 WIB, indeks acuan saham ini terus turun ke level 6.038,46 atau turun 30 poin (0,50 persen).

Pada Kamis (17/6/2021) kemarin, IHSG ditutup di level 6,068.44. Sebanyak 137 saham menguat, 291 melemah, dan 149 saham tidak alami perubahan alias stagnan.

Baca juga: Risiko Tapering Bayangi Pelemahan Rupiah Pagi Ini

Perolehan nilai transaksi sementara di akhir pekan pagi ini sebesar Rp 3,07 triliun dari 6,68 miliar lembar saham diperjualbelikan.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper telah memprediksikan IHSG akan kembali terkoreksi.

Alasannya, pergerakan tersebut masih dipengaruhi kenaikan kasus Covid-19 dari dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pergerakan diperkirakan terbatas ditopang oleh pernyataan Bank Indonesia yang meyakini tapering off dari Amerika Serikat baru akan terjadi pada awal tahun 2022," ujar Dennies pada analisa tertulisnya.

Sedangkan menurut Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya WIjaya, gelombang tekanan dalam pergerakan IHSG terlihat masih belum akan berakhir.

Baca juga: Kurs Rupiah di 5 Bank Besar Hari Ini

Namun, peluang kenaikan masih terbuka selama support level dapat dipertahankan di tengah tekanan yang sedang berlangsung.

"Fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas juga turut mewarnai pergerakan IHSG, hari ini IHSG masih berpotensi terkonsolidasi," sebut dia dalam prediksinya.

Sementara itu, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di pasar spot masih betah melemah.

Dikutip dari Bloomberg, kurs rupiah turun 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp 14.380 per dollar AS, dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp 14.355 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X