KILAS

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Mentan SYL: Ini Kepercayaan Luar Biasa

Kompas.com - 21/06/2021, 15:29 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-55 sekaligus Wisuda Sarjana dan Profesi, Pascasarjana Mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM), Sabtu (5/6/2021).

DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-55 sekaligus Wisuda Sarjana dan Profesi, Pascasarjana Mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM), Sabtu (5/6/2021).

KOMPAS.com – Food and Agriculture Organization (FAO) secara resmi memilih Indonesia sebagai anggota Dewan FAO untuk periode 2021-2024 dalam 42nd Session of the FAO Conference.

“Penunjukan sebagai anggota dewan ini, kami nilai sebagai kepercayaan yang luar biasa,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Senin (21/6/2021).

Adapun Konferensi Badan Pangan Dunia ke-42 tersebut digelar secara daring dan berpusat di Markas FAO di Roma, Italia, 14-18 Juni 2021.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia terpilih menjadi wakil kelompok regional Asia bersama lima negara Asia lainnya, yaitu Bangladesh, China, Jepang, Filipina, dan Korea Selatan (Korsel).

Baca juga: Bangun Food Estate Hortikultura di Jawa, Kementan Survei 2 Daerah Ini

Mentan SYL bersyukur karena kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia menunjukkan bahwa pertanian Indonesia sudah berjalan sesuai dengan koridor yang ada.

Kepercayaan itu menjadi menjadi kado istimewa bagi masyarakat pertanian Indonesia yang tengah memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) setiap tanggal 21 Juni.

“Pertanian kita dinilai tumbuh luar biasa oleh FAO dalam beberapa waktu terakhir. Sektor pertanian Indonesia telah memberikan kontribusi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif,” jelas Mentan.

Ia menyebutkan, program pembangunan sektor pertanian di bawah arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) terus membuahkan hasil positif terhadap pemulihan ekonomi.

Baca juga: Porang Jadi Komoditas Super Prioritas, Kementan Dorong Petani Mengembangkannya

"Di momen yang sangat berarti ini, saya mengajak seluruh komponen pelaku pertanian agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras memberikan darma baktinya bagi negeri ini," ujar Mentan SYL.

Menurutnya, Indonesia memiliki berbagai bentuk kearifan lokal yang harus dilestarikan, dikembangkan, serta diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Kearifan lokal yang dimaksud adalah gotong royong dan saling bekerja sama.

“Dua hal tersebut adalah motor sektor pertanian untuk menggerakkan perekonomian nasional," tutur Mentan.

Mentan SYL berharap, program pertanian Indonesia mampu mewarnai kebijakan pertanian dunia, menginspirasi bagi negara lain, dan berperan dalam menyediakan pangan masyarakat dunia.

Baca juga: Dirjen PSP Kementan Ungkap 3 Strategi untuk Percepat Serapan Anggaran

FAO apresiasi pertanian Indonesia

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) FAO Dr. Qu Dongyu menyampaikan apresiasinya atas berbagai perkembangan dan pembangunan sektor pertanian di Indonesia, terutama di tengah ancaman pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

“Kami apresiasi karena pertanian di Indonesia tumbuh secara pesat," kata Qu Dongyu.

Menurutnya, pertanian Indonesia sejauh ini mampu menjaga ketahanan pangan dan gizi serta berkontribusi besar terhadap pengentasan kemiskinan.

Ia mengatakan, perwakilan Indonesia pada Dewan FAO menjadi penting untuk menguatkan Badan Eksekutif FAO dalam perumusan dan penentuan strategi, kebijakan, dan anggaran organisasi. Hal ini demi mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan di bidang pertanian, khususnya di masa pandemi.

Baca juga: FAO: Pandemi Singkap Rapuhnya Sistem Pangan Dunia

Qu Dongyu pun menghargai keselarasan antara kerangka kerja strategis FAO dengan prioritas pemerintah Indonesia dalam sistem pangan dan pertanian.

Adapun kerangka kerja strategis FAO saat ini tengah fokus pada four betters yang terdiri dari better production, better nutrition, better environment, dan better life.

“Sekali lagi, kami percaya bahwa kiprah Indonesia dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, nutrisi, dan pembangunan pertanian berkelanjutan sudah berjalan dengan baik," kata Qu Dongyu.

Sebagai informasi, Indonesia sudah bergabung dengan FAO sejak 1948 dan telah menjabat sebagai anggota Dewan FAO pada periode 1955-1964, 1967-2000, 2003-2014, 2015-2018, dan 2020-2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.