Nasabah Tak Ajukan Kredit Dapat Transfer dari Pinjol Ilegal, Kok Bisa?

Kompas.com - 21/06/2021, 19:08 WIB
Ciri penipuan pinjaman online via SMS. sikapiuangmu.ojk.go.idCiri penipuan pinjaman online via SMS.
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Modus aksi pinjaman online ilegal kini kian beragam. Yang terbaru, seorang nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengatakan mendapatkan transfer dana sebesar Rp 1.511.000 dari sebuah perusahaan jasa transfer dana, yakni PT Syaftraco.

Akun bernama @indiratendi tersebut mengatakan dirinya sama sekali tidak pernah mendaftarkan diri untuk mendapatkan akses kredit di pinjaman online (pinjol) apapun.

"Halo @BNI saya tiba-tiba ditransfer uang Rp 1.511.000 dari Syaftraco. Setelah googling ternyata ini pinjaman online padahal saya ga pernah apply pinjaman apa-apa. Gimana ya? Apa uangnya bisa dikembalikan?," ujar dia seperti dikutip Kompas.com, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Jangan Sampai Terjebak, Ini Ciri-Ciri Pinjol Ilegal

Sebelum menerima uang tersebut, ia menyatakan sempat berbagi nomor rekening dengan sebuah kegiatan donasi.

"Serem banget padahal ga minjem sama sekali. Takut nanti tiba2 ditagih sama bunganya. Tadi sempet share no rekening untuk donasi Buku Anak Indonesia sih," ujar akun tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika ditelusuri melalui laman perusahaan, PT Syaftraco merupakan perusahaan transfer dana dengan merek Instamoney. Perusahaan penyelenggaran jasa transfer dana ini pun tercatat sudah memiliki izin dari Bank Indonesia (BI).

Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing mengatakan transfer dana tersebut diduga dilakukan oleh pinjaman online (pinjol) ilegal.
PT Syaftraco menjadi perantara untuk mengirimkan dana dari pinjol ilegal kepada nasabah BNI tersebut.

Baca juga: Marak Pinjol Ilegal, Ini 125 Fintech yang Terdaftar di OJK

"Dugaan kami kegiatan tersebut dilakukan oleh pinjaman online ilegal dengan menggunakan jasa transfer dana melalui PT Syaftraco (penyelenggara transfer dana yang berizin Bank Indonesia). Entitas pemberi pinjaman akan diketahui pada saat penagihan selang beberapa hari kemudian setelah dana ditransfer," ujar Tongam ketika dihubungi Kompas.com.

Ia menjelaskan, transfer dana oleh pinjol ilegal secara tiba-tiba bisa dilakukan tanpa sepengetahuan pemohon karena beberapa kemungkinan.

Yang pertama, nasabah pernah mengakeses situs website atau aplikasi pinjaman online ilegal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X