Kompas.com - 24/06/2021, 21:12 WIB
Petugas sedang mengawasi jaringan pipa gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN). DOK. Humas PGNPetugas sedang mengawasi jaringan pipa gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengusaha meminta fasilitas harga gas bumi bersubsidi senilai 6 dollar AS per MMBTU diperluas ke sektor industri lainnya.

Saat ini insentif tersebut baru dinikmati 7 sektor industri yakni sektor industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Gas bersubsidi untuk industri ini resmi diterapkan pada April 2020 lalu.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Fridy Juwono mengatakan, usulan dari para pengusaha ini pun telah disampaikan pihaknya kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Dengan berlakunya ini memang juga ada permintaan dari teman-teman lain (pengusaha), perlu adanya keadilan untuk energi ini dan kita tidak bisa hanya untuk 7 sektor industri, bagaimana sektor industri yang lain? Maka ini kami sudah ajukan untuk industri di luar 7 sektor itu bisa dapat menikmati gas harga 6 dollar AS ini," ujarnya dalam webinar Indonesian Gas Society, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno Minta Pembangunan Borobudur Highland Dipercepat

Ia menjelaskan, sebanyak 13 sektor industri lainnya yang telah mengusulkan untuk mendapatkan gas dengan harga khusus ini.

Terdiri dari industri ban, makanan dan minuman, pulp dan kertas, logam, permesinan, otomotif, karet rumah (crumb rubber), refraktori, elektronika, plastik fleksibel (lembaran), farmasi, semen, dan asam amino.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun jumlah perusahaan dari 13 sektor tersebut terdiri dari 80 perusahaan dengan sebanyak 104 kontrak dan volume maksimal 169,64114 BBTUD.

Sedangkan pada 7 sektor industri yang sudah menikmati gas 6 dollar AS per MMBTU, mencakup 102 perusahaan dengan sebanyak 131 kontrak dan volume maksimal 136,505 BBTUD.

Bila usulan perluasan ini disetujui, maka akan ada 182 perusahaan dengan jumlah kontrak 235 dan volume maksimal 306,14614 BBTU, yang bisa menikmati gas seharga 6 dollar AS per MMBTU.

"Penambahan volume ini hanya berkitar 25 persen dari volume harga gas bumi terntu yang telah diberikan sebesar 1.199 BBTUD kepada 176 perusahaan pada tahun 2020," jelas Fridy.

Baca juga: Akan Segera Meluncur, Ini Nama Bank Digital Keluaran BCA

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X