Daftar 21 Negara Pemberi Utang Indonesia, Siapa Saja?

Kompas.com - 27/06/2021, 15:03 WIB
Ilustrasi utang ShutterstockIlustrasi utang
Penulis Mutia Fauzia
|

Selain itu, rasio pembayaran utang pokok dan bunga utang luar negeri (debt service ratio) terhadap penerimaan transaksi berjalan pemerintah pada tahun 2020 mencapai 46,77 persen.

Angka tersebut juga melampaui rekomendasi IMF yang sebesar 25-35 persen. Namun, nilai tersebut masih dalam rentang standar IDR yang sebesar 28-63 persen.

Sebagai informasi, utang luar negeri Indonesia berasal dari berbagai sumber, yakni dari beberapa negara dan lembaga keuangan dunia seperti ADB (Asian Development Bank) hingga IMF atau Dana Moneter Internasional.

Total ULN Indonesia yang berasal dari lembaga internasional sampai dengan April 2021 tercatat mencapai 36,11 miliar dollar AS.

Sementara itu, total utang luar negeri Indonesia dari negara pemberi pinjaman ada 217,67 miliar dollar AS.

Di dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia edisi Juni 2021 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) disebutkan, terdapat 21 negara yang hingga saat ini menjadi negara pemberi utang Indonesia.

Baca juga: Perjalanan Lonjakan Utang Pemerintah di 2 Periode Jokowi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Negara pemberi utang Indonesia yang terbesar yakni Singapura dengan total nilai pinjaman mencapai 68,02 miliar dollar AS.

Di posisi berikutnya adalah Amerika Serikat dengan total nilai pinjaman yang diberikan sebesar 30,82 miliar dollar AS.

China, yang kerap dianggap sebagai negara pemberi utang Indonesia terbesar, menduduki posisi keempat dengan total nilai pinjaman hingga akhir April 2021 sebesar 21,45 miliar dollar AS.

Berikut adalah daftar 21 negara pemberi utang Indonesia:

  1. Singapura, 68,02 miliar dollar AS
  2. Amerika Serikat, 30,82 miliar dollar AS
  3. Jepang, 28,15 miliar dollar AS
  4. China, 21,45 miliar dollar AS
  5. Hong Kong, 13,24 miliar dollar AS
  6. Negara Asia lainnya, 10,39 miliar dollar AS
  7. Korea Selatan, 6,48 miliar dollar AS
  8. Negara-negara sindikasi, 5,85 miliar dollar AS
  9. Belanda, 5,74 miliar dollar AS
  10. Jerman, 5,57 miliar dollar AS
  11. Negara Amerika lainnya, 4,72 miliar dollar AS
  12. Perancis, 4,11 miliar dollar AS
  13. Inggris, 3,89 miliar dollar AS
  14. Negara Eropa lainnya, 3,05 miliar dollar AS
  15. Australia, 2,34 miliar dollar AS
  16. Swiss, 2,21 miliar dollar AS
  17. Afrika, 775 juta dollar AS
  18. Austria, 497 juta dollar AS
  19. Spanyol, 279 juta dollar AS
  20. Belgia, 70 juta dollar AS
  21. Oceania, 32 juta dollar AS

Baca juga: Jadi Kontroversi, Berapa Utang Pemerintah di Era Jokowi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina International Shipping Targetkan Pendapatan 4 Miliar Dollar AS di 2027

Pertamina International Shipping Targetkan Pendapatan 4 Miliar Dollar AS di 2027

Rilis
Mengawali Pagi, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Mengawali Pagi, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Whats New
Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Smartpreneur
Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

Whats New
Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Whats New
Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Whats New
[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

Whats New
OJK Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 4-5 Persen di Akhir 2021

OJK Proyeksikan Kredit Perbankan Tumbuh 4-5 Persen di Akhir 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.