Kompas.com - 06/07/2021, 11:55 WIB
Pertamina lakukan persiapan alih kelola Blok Rokan. DOK. PertaminaPertamina lakukan persiapan alih kelola Blok Rokan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) mengakuisisi 100 persen saham perusahaan pembangkit listrik Blok Rokan yakni PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang dimiliki oleh Chevron Standard Limited (CSL).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan sales and purchase agreement (SPA) atau perjanjian jual beli saham antara PLN dan Chevron, pada hari ini Selasa (06/07/2021).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, mengambil alih pembangkit listrik Blok Rokan lewat akuisisi MCTN merupakan upaya PLN untuk menjaga suplai listrik ke lapangan migas tersebut di masa peralihan ataupun jangka panjang ke depannya.

Baca juga: PLN Tawarkan Promo Bundling Pasang Internet dan Tambah Daya Listrik

"Ini merupakan titik strategis untuk memastikan keberlangsungan produksi Wilayah Kerja Rokan," ujar Zulkifli dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/7/2021).

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), akan mengambil alih pengelolaan Blok Rokan, Riau dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada Agustus 2021 mendatang.

Selama ini, pasokan listrik dan uap Blok Rokan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) North Duri Cogen berkapasitas 300 Megawatt (MW) yang dimiliki oleh MCTN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zulkifli menjelaskan, PLN akan memasok listrik maupun uap ke Blok Rokan dalam dua tahap.

Pertama, dengan meneruskan pengoperasian pembangkit MCTN secara jangka pendek, yakni selama masa transisi 3 tahun ke depan.

Baca juga: PLN Tawarkan Promo Bundling Pasang Internet dan Tambah Daya Listrik

Setelahnya, fasilitas kelistrikan Blok Rokan akan disambungkan dengan sistem kelistrikan PLN di regional Sumatera.

Jadi, di tahun keempat dan seterusnya kebutuhan listrik untuk Blok Rokan akan terus disuplai oleh PLN.

Ia bilang, dalam jangka pendek atau 3 tahun interkoneksi sistem dan New Steam Generator akan beroperasi secara penuh.

Sementara untuk jangka panjang, penyediaan listrik 400 MW di Blok Rokan akan dipasok dari sistem Sumatera dan Uap 335 MBSPD dengan menggunakan New Steam Generator.

"Listrik regional Sumatera ini Insyaallah sangat mencukupi karena kita ketahui sesuai dengan program 35.000 MW, pemerintah telah meminta PLN untuk memastikan keandalan listrik. Jadi Insyaallah ini akan sangat mencukupi dan akan menyuplai pada tahun keempat dan seterusnya listrik Wilayah Kerja Rokan," jelas Zulkifli.

Baca juga: PLN Gandeng Bank Mandiri untuk Kerja Sama Pertukaran Informasi Ketenagalistrikan

Zulkifli menambahkan, pendanaan untuk melakukan akuisisi MCTN berasal dari internal perusahaan. Kendati demikian, ia enggan menyebutkan berapa nilai dari akuisisi tersebut.

Sementara itu, Regional Director Chevron Standard Limited Jennifer Ferratt menuturkan, dengan tuntasnya proses akuisisi ini maka diharapkan transisi di MCTN dapat berjalan lancar.

"Ini diharapkan lancar dan selaras dengan transisi Blok Rokan ke Pertamina Hulu Rokan," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.