Luhut Minta Tindak Tegas Produsen dan Distributor Obat yang Nakal

Kompas.com - 08/07/2021, 21:35 WIB
Ilustrasi obat arthritis, obat radang sendi untuk pengobatan pasien Covid-19, obat Covid-19. Studi temukan obat untuk radang sendi dapat menurunkan risiko kematian pada pasien Covid-19 yang sakit parah. SHUTTERSTOCK/PCPartStudioIlustrasi obat arthritis, obat radang sendi untuk pengobatan pasien Covid-19, obat Covid-19. Studi temukan obat untuk radang sendi dapat menurunkan risiko kematian pada pasien Covid-19 yang sakit parah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan obat bagi pasien Covid-19.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menindak tegas secara hukum, baik produsen maupun distributor obat, yang menjual dengan harga tinggi, sengaja menimbun, dan mengganggu keselamatan.

Oleh sebab itu, ia telah meminta Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung, dan Kejaksaan Tinggi untuk menindak tegas penjual "nakal" yang menaikkan harga obat di luar aturan yang berlaku.

Baca juga: Ini Cara Blibli Hentikan Permainan Harga Obat Terapi Covid-19

“Lakukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap kasus-kasus importir atau produsen dan distributor, yang membuat terjadi kelangkaan di apotek,” kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/7/2021).

Ia menjelaskan, guna mencegah lonjakan harga pada obat-obatan terkait Covid-19, pemerintah memang telah menetapkan Harga Eceran tertinggi (HET) yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Aturan tersebut mencakup ketentuan harga jual tertinggi yang dijual melalui apotek, instalasi farmasi, rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan yang berlaku di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terdapat 11 obat terkait Covid-19 yang telah ditetapkan HET-nya, yakni sebagai berikut:

1. Favipiravir 200 mg (tablet) Rp 22.500 per tablet

2. Remdesivir 100 mg (injeksi) Rp 510.000 per vial

3. Oseltamivir 75 mg (kapsul) Rp 26.000 per kapsul

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.