Akan Masifkan Testing-Tracing, Luhut: Ada yang Positif, Langsung Dibawa Karantina

Kompas.com - 21/07/2021, 20:58 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan. ANADOLU AGENCY VIA GETTY IMAGES via BBC INDONESIAMenteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah akan meningkatkan pengujian dan pelacakan ke wilayah pemukiman padat penduduk. Langkah ini sebagai upaya mempercepat pemutusan rantai penularan Covid-19.

"Pemerintah dalam waktu dekat atas perintah Presiden akan lakukan testing-tracing dan memperbanyak pusat-pusat isolasi, terutamanya di daerah padat penduduk," ungkap Luhut dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7/2021).

Koordinator PPKM Jawa-Bali itu mengungkapkan, pengujian dan pelacakan di daerah padat penduduk akan dilakukan di wilayah-wilayah aglomerasi, di antaranya Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, hingga Malang Raya.

Baca juga: Luhut Optimistis Herd Immunity Bisa Tercapai Akhir 2021

Luhut bilang, pemerintah tengah memfinalisasi mekanisme pengujian dan pelacakan di daerah padat penduduk yang rencananya rampung hari ini. Sehingga diharapkan dalam 1-2 hari ke depan program ini sudah bisa dijalankan.

"Ini kita akan mulai, berharap bisa dimulai 1-2 hari ini, dan akan dilakukan secara masif," imbuhnya.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan nantinya, ketika didapatkan warga yang positif Covid-19 maka akan segera di bawa ke pusat karantina yang sudah disediakan pemerintah di daerah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nantinya, segala fasilitas kesehatan, mulai dari obat-obatan hingga dokter akan tersedia secara gratis.

Luhut bilang, konsep ini sama seperti yang berlaku di DKI Jakarta yang memiliki pusat karantina di Wisma Atlet.

Baca juga: PPKM Darurat Diganti Jadi PPKM Level 4, Apa Itu?

Menurut dia, dengan adanya karantina terpusat maka akan membantu menekan penyebaran dan mempercepat penanganan sejak dini bagi penderita Covid-19.

"Begitu kita testing dan ada yang positif, langsung dibawa ke karantina, dan di karantina tersebut mulai dari perawatan, obat, dokter dan segala macam itu ada. Sehingga tingkat menjadi buruk (kondisi pasien Covid-19 itu diperkecil," kata dia.

Luhut mengatakan, pemerintah tengah memfinasilasi mekanisme testing dan tracing di wilayah padat penduduk yang rencananya akan rampung hari ini. Sehingga diharapkan dalam 1-2 hari ke depan program ini sudah bisa dijalankan.

"Ini kita akan mulai, berharap bisa di mulai 1-2 hari ini, dan akan dilakukan secara masif," ungkapnya.

Baca juga: Penjelasan Luhut soal Pergantian Istilah PPKM Darurat Jadi PPKM Level 4



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wamen BUMN Beberkan 2 Kendala Pembentukan Holding Ultra Mikro

Wamen BUMN Beberkan 2 Kendala Pembentukan Holding Ultra Mikro

Whats New
Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Whats New
PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

Smartpreneur
Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Whats New
Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Whats New
Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Whats New
Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Whats New
Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Whats New
Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Whats New
Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Rilis
IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

Whats New
Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Whats New
IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

Whats New
Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.