Kompas.com - 26/07/2021, 10:11 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Senin (26/7/2021) berlangsung fluktuatif. Sempat berada di zona merah, mata yang garuda merangkak naik ke zona hijau.

Melansir data Bloomberg pukul 10.02 WIB, rupiah berada pada level Rp 14.485 per dollar AS, menguat 0,05 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya pada  Rp 14.492 per dollar AS.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menyebutkan,  rupiah hari ini dipengaruhi beberapa sentimen. Seperti penantian pasar akan kebijakan moneter Bank Sentral AS. Kemudian pasar juga masih khawatir dengan kenaikan jumlah kasus Covid-19 di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Simak Aturan Perjalanan di Masa PPKM Level 4 dan Level 3 Jawa-Bali

“Hari ini rupiah mungkin bisa melemah terhadap dollar AS karena menantikan hasil rapat kebijakan moneter Bank Sentral AS, pasar juga mengantisipasi kemungkinan Bank Sentral mengeluarkan pandangan pengetatan moneter dalam waktu dekat,” ungkap Ariston kepada Kompas.com.

Di sisi lain, beberapa sentimen positif bisa menahan pelamahan rupiah hari ini, seperti PPKM level 4 yang lebih longgar, dan kenaikan indeks saham AS dan Eropa pada perdagangan akhir pekan lalu.

“Pembatasan ketat masih diberlakukan meski sedikit lebih longgar karena kenaikan kasus masih cukup tinggi. Di sisi lain, minat pasar terhadap aset berisiko masih cukup tinggi dengan kenaikan indeks saham di AS dan Eropa, Sentimen ini mungkin bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah,” tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengungkapkan, pergerakan rupiah masih dipengaruhi perkembangan aliran dana asing di pasar domestik, di tengah minimnya rilis data-data ekonomi domestik di akhir bulan.

“Rupiah diperkirakan masih melanjutkan pergerakan di kisaran Rp 14.465 per dollar AS hingga Rp 14.535 per dollar AS, perpanjangan PPKM juga akan mempengaruhi prilaku investor,” kata Reny kepada Kompas.com.

Baca juga: PPKM Level 4 Berlanjut, Pemerintah Bakal Tingkatkan Testing di 7 Wilayah Jawa-Bali

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada pada level Rp 14.501 per dollar AS pada Jumat (24/7/2021), atau menguat dibandingkan sebelumnya Rp 14.508 per dollar AS.

Adapun kurs di bank-bank besar di Indonesia, seperti di Bank Mandiri, kurs jual dipatok pada Rp 14.525 per dollar AS. Kurs jual berarti pihak bank menjual dollar AS pada posisi ini.

Sementara untuk kurs beli di Bank Mandiri adalah Rp 14.425 per dollar AS. Kurs beli ini berarti bila Anda ingin menjual dollar AS maka pihak bank akan membelinya pada posisi ini.

Berikut nilai tukar rupiah per dollar AS hari ini di 5 bank:

Bank              Jual        Beli
Mandiri         14.525  14.425
BCA              14.514  14.499
BRI               14.615  14.425
CIMB Niaga  14.518  14.498
BNI              14.531  14.449

Baca juga: PPKM Diperpanjang, IHSG Hijau, Rupiah Turun Tipis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] 10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Indonesia | Menteri PPN Akui Jadi Dalang Pemotongan Anggaran MPR

[POPULER MONEY] 10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Indonesia | Menteri PPN Akui Jadi Dalang Pemotongan Anggaran MPR

Whats New
Pemerintah Tak Jadi Terapkan PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru

Pemerintah Tak Jadi Terapkan PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru

Whats New
Menkop UKM: Solo Technopark Bisa Jadi Silicon Valley Indonesia

Menkop UKM: Solo Technopark Bisa Jadi Silicon Valley Indonesia

Whats New
Yakin Krakatau Steel Tak Bangkrut, Komisaris KSI Tantang Erick Thohir Taruhan Rp 1 Miliar

Yakin Krakatau Steel Tak Bangkrut, Komisaris KSI Tantang Erick Thohir Taruhan Rp 1 Miliar

Whats New
Ini Rata-rata Upah Pekerja Lulusan SMA di Indonesia

Ini Rata-rata Upah Pekerja Lulusan SMA di Indonesia

Work Smart
Jadi Dirut Baru PLN, Ini Daftar 'PR' Darmawan Prasodjo

Jadi Dirut Baru PLN, Ini Daftar "PR" Darmawan Prasodjo

Whats New
10 Daerah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Indonesia

10 Daerah dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di Indonesia

Whats New
Cegah Omicron, AP I Perketat Pintu Masuk Internasional di Bandara Bali dan Manado

Cegah Omicron, AP I Perketat Pintu Masuk Internasional di Bandara Bali dan Manado

Rilis
Apa Itu Safe Guard Label SIBV yang Didapat KAI Dua Kali?

Apa Itu Safe Guard Label SIBV yang Didapat KAI Dua Kali?

Whats New
BCA Beri Dukungan ke Peserta Festival Kopi Indonesia di Rusia

BCA Beri Dukungan ke Peserta Festival Kopi Indonesia di Rusia

Rilis
Antam Raup Laba Rp 1,71 Triliun, Ini Respon DPR

Antam Raup Laba Rp 1,71 Triliun, Ini Respon DPR

Whats New
Resmikan 2 Fasilitas Baru di Solo Technopark, Gibran Yakin Akan Bawa Dampak Besar

Resmikan 2 Fasilitas Baru di Solo Technopark, Gibran Yakin Akan Bawa Dampak Besar

Rilis
Utang Tembus 40 Persen dari PDB, Kemenkeu: Jangan Khawatir, Aman...

Utang Tembus 40 Persen dari PDB, Kemenkeu: Jangan Khawatir, Aman...

Whats New
AP I Catat Pergerakan Penumpang Pesawat Naik 16,7 Persen di November 2021

AP I Catat Pergerakan Penumpang Pesawat Naik 16,7 Persen di November 2021

Rilis
Imbas Ekonomi Lesu, Kekayaan Jack Ma dkk Merosot Rp 1.036 Triliun

Imbas Ekonomi Lesu, Kekayaan Jack Ma dkk Merosot Rp 1.036 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.