PPKM Level 4 Berlanjut, Pemerintah Bakal Tingkatkan Testing di 7 Wilayah Jawa-Bali

Kompas.com - 26/07/2021, 05:20 WIB
Penumpang pesawat menjalani tes COVID-19 berbasis 'Polymerase Chain Reaction' (PCR) setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (1/7/2021). Pengelola Bandara Ngurah Rai membuka layanan tes PCR dengan tarif Rp900 ribu bagi penumpang pesawat dari daerah keberangkatan yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan penumpang yang membawa surat keterangan hasil negatif COVID-19 PCR tanpa dilengkapi dengan 'barcode' atau 'QR Code' untuk melengkapi persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk ke wilayah Bali menggunakan jalur udara. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFPenumpang pesawat menjalani tes COVID-19 berbasis 'Polymerase Chain Reaction' (PCR) setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (1/7/2021). Pengelola Bandara Ngurah Rai membuka layanan tes PCR dengan tarif Rp900 ribu bagi penumpang pesawat dari daerah keberangkatan yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan penumpang yang membawa surat keterangan hasil negatif COVID-19 PCR tanpa dilengkapi dengan 'barcode' atau 'QR Code' untuk melengkapi persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk ke wilayah Bali menggunakan jalur udara. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan meningkatkan pemeriksaan (testing) dan pelacakan (tracing) sampel Covid-19 di 7 wilayah aglomerasi Jawa-Bali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, peningkatan tracing maupun testing dilakukan menyusul perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021.

"Kegiatan testing dan tracing akan ditingkatkan secara masif, akan dimulai pada 7 wilayah di aglomerasi Jawa-Bali. Kegiatan testing ini dikoordinir oleh TNI/Polri dan Puskesmas di masing-masing wilayah," kata Luhut dalam konferensi pers, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Daftar 33 Daerah yang Turun Status Jadi PPKM Level 3

Selain itu, pihaknya mendorong pengoptimalan isolasi terpusat di level desa, kecamatan, kabupaten/kota atau level provinsi.

Isolasi ini utamanya harus dilakukan untuk pasien berisiko tinggi, ibu hamil, orang tua, dan pasien komorbid.

Luhut bilang, isolasi terpusat akan mencegah penularan varian Delta serta risiko kematian orang tua maupun pasien komorbid.

"Karena hasil temuan kami, kematian yang meningkat pada akhir-akhir ini mengenai orang komorbid dan belum divaksin," beber Luhut.

Karena kematian banyak dialami oleh warga belum divaksin, pemerintah pun akan meningkatkan vaksinasi Covid-19 secara masif mulai Agustus 2021.

Baca juga: Pernyataan Lengkap Jokowi Soal PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus 2021

Sembari mengejar target vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal, Luhut meminta kepada seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

"Ini adalah tanggung jawab kita semua, dan penanganan varian Delta bisa ditangani dengan baik dan ekonomi rakyat kecil bisa berjalan, itu bermula pada kita semua," pungkas Luhut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.