Ini Strategi Pemerintah Cegah Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Kompas.com - 26/07/2021, 13:56 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengunjungi sentra vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Dok. Kementerian BUMNMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengunjungi sentra vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Rabu (7/7/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mencegah praktik penimbunan obat terapi penyembuhan pasien Covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pemerintah akan memperketat tata cara pembelian obat terapi Covid-19.

Pertama, pemerintah bakal membatasi jumlah pembelian obat terapi Covid-19. Kemudian, pembelian obat hanya bisa dilakukan dengan menggunakan resep dokter.

“Kita jaga di lapangan, kita perketat, sehingga tidak terjadi penimbunan,” kata Erick dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7/2021).

Mantan bos Inter Milan itu mengakui, sebelumnya terdapat masyarakat yang melakukan pembelian obat dalam jumlah besar.

Baca juga: Menyoal Percepatan Vaksinasi, setelah Presiden Tak Bisa Temukan Obat buat Pasien Covid-19 di Apotek

Oleh karenanya, pembatasan dinilai perlu dilakukan untuk mencegah hal serupa terulang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, untuk menghindari monopoli pembelian obat dalam jumlah besar, distribusi obat akan diatur menurut kebutuhan rumah sakit atau Kementerian Kesehatan.

Terkait dengan stok obat terapi Covid-19, Erick menyebutkan, BUMN farmasi telah menyiapkan pasokan hingga September mendatang.

Adapun obat-obatan yang telah disiapkan hingga 31 Juli nanti yakni Azitromisin sebanyak 980.000, Zinc sebanyak 1,2 juta, Paracetamol 2,3 juta, Vitamin C 7,6 juta, Vitamin D 1,6 juta, Oseltamivir 7,7 juta, Favipiravir 4 juta, dan Avicov 1,5 juta.

Sementara itu, hingga September nanti, total produksi Azitromisin diperkirakan akan mencapai hingga 13 juta, Zinc hampir 15 juta, Paracetamol 30 juta, Vitamin C 77 juta, Ambroxol 26 juta, Vitamin D3 sebanyak 20 juta, Oseltamivir 32 juta, dan Favipiravir 83 juta.

“Secara produksi kita akan terus tingkatkan,” ucap Erick.

Baca juga: Luhut: Pekerja yang Sakit Langsung Dites Covid-19 Saja



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.