IMF Turunkan Outlook Ekonomi RI, Kemenkeu Sebut Ketidakpastian Masih Sangat Tinggi

Kompas.com - 28/07/2021, 13:14 WIB
IMF shutterstock.comIMF

JAKARTA, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional/International Monetary Fund (IMF) merevisi ke bawah outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 3,9 persen tahun 2021. Proyeksi ini lebih rendah 40 basis poin dari perkiraan sebelumnya di bulan April 2021.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyebut, risiko ketidakpastian memang masih sangat tinggi dengan adanya varian Delta sehingga membayangi pemulihan ekonomi. Risiko ini tak hanya membayangi Indonesia, namun juga seluruh negara di dunia.

Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, Indonesia harus dapat belajar dari pengalaman berbagai negara dalam kurun waktu 1,5 tahun terjadinya pandemi, dimana pemulihan akan terjadi apabila diiringi dengan penanganan kesehatan yang tepat.

Baca juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2021 Jadi 3,9 Persen

“Pandemi Covid-19 memberikan ketidakpastian yang sangat tinggi terhadap ekonomi. Kita perlu sangat hati-hati dan terus menjaga disiplin pada protokol kesehatan. Kita juga belajar bahwa akselerasi vaksinasi menjadi salah satu kunci utama pengendalian kasus," kata Febrio dalam siaran pers, Rabu (28/7/2021).

Febrio mengungkapkan, vaksinasi memang merupakan salah satu kebijakan kunci bagi setiap negara untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

Indonesia sendiri saat ini menargetkan untuk mendorong vaksinasi harian di tingkat 1,5 juta dosis, dan akan terus ditingkatkan secara gradual.

Per 27 Juli 2021, total kumulatif vaksin yang telah diberikan pada masyarakat mencapai 63,94 juta dosis.

Sementara itu, Pemerintah juga telah memastikan bahwa jumlah vaksin tersedia agar percepatan vaksinasi dapat dilaksanakan sesuai target.

Baca juga: Efek PPKM Darurat, BI Revisi ke Bawah Pertumbuhan Ekonomi Jadi 3,8 Persen

"Ke depan, pemerintah akan tetap bekerja keras untuk terus melakukan percepatan vaksinasi agar pelaksanaannya konsisten sesuai dengan target yang ditetapkan," tutur dia.

Selain vaksinasi, strategi Indonesia ke depan akan fokus pada upaya pengendalian pandemi, melindungi kesejahteraan masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, serta terus meningkatkan daya saing.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah keputusan untuk memperpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus 2021. Tujuannya agar mengendalikan pandemi yang saat ini mulai menunjukkan penurunan kasus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.