BI dan Bank Negara Malaysia Perkuat Penggunaan Rupiah-Ringgit

Kompas.com - 02/08/2021, 15:38 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Indonesia (BI).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) sepakat untuk memperkuat kerangka penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal masing-masing negara yaitu Rupiah da Ringgit.

Penguatan tersebut merupakan keberlanjutan dari penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antara Indonesia dan Malaysia telah diimplementasikan sejak 2 Januari 2018.

BI menyatakan, kerangka kerja sama LCS yang semula hanya mencakup transaksi perdagangan kini diperluas mencakup underlying transaksi LCS dengan menambahkan investasi langsung dan income transfer, termasuk remitansi.

Selain itu, penguatan kerja sama LCS antara BI dan BNM juga meliputi pelonggaran aturan transaksi valas antara lain terkait perluasan instrumen lindung nilai dan peningkatan threshold nilai transaksi tanpa dokumen underlying sampai dengan 200.000 dollar AS per transaksi.

Baca juga: BPS: Disiplin Prokes Masyarakat Luar Jawa-Bali Rendah

"Penguatan kerangka LCS dalam Rupiah-Ringgit mulai berlaku efektif sejak 2 Agustus 2021," tulis BI dalam keterangan tertulis, Senin (2/8/2021).

Lebih lanjut BI menjelaskan, strategi penguatan kerangka kerja sama LCS merupakan komitmen yang berkelanjutan dari upaya bersama oleh kedua bank sentral dalam mendorong penggunaan mata uang lokal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan adanya penguatan tersebut, BI dan BNM menunjuk beberapa tambahan bank di masing-masing negara sebagai Appointed Cross Currency Dealers (ACCD) untuk mendukung implementasi penguatan kerangka LCS menggunakan rupiah dan ringgit.

"Secara umum, bank yang ditunjuk memiliki tingkat ketahanan dan kesehatan yang cukup, pengalaman dalam memfasilitasi perdagangan atau kapasitas dalam menyediakan berbagai jasa keuangan, serta memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan bank di negara mitra," tulis BI.

Adapun bank-bank yang ditunjuk oleh kedua bank sentral yaitu sebagai berikut:

Malaysia

Tambahan Bank ACCD:

1. HSBC Bank Malaysia Berhad

2. MUFG Bank Malaysia Berhad

Bank ACCD saat ini:

1. CIMB Bank Berhad

2. Hong Leong Bank Berhad

3. Malayan Banking Berhad

4. Public Bank Berhad

5. RHB Bank Berhad

Baca juga: Pengamat: Restrukturisasi Jadi Solusi Penyelesaian Masalah IndoSterling

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.