Luhut: Positivity Rate Covid-19 Varian Delta Turun hingga 50 Persen

Kompas.com - 02/08/2021, 15:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, hingga saat ini, pemerintah telah menurunkan positivity rate Covid-19 varian Delta sebesar 50 persen sejak periode tertinggi di tanggal 15 Juli 2021.

“Kami bekerja terpadu dan kita melihat ke depan angka membaik. Sejak tertingga 15 Juli varian Delta, kami telah menurunkan 50 persen, meskipun di tempat lain masih ada angka yang tidak bagus. Tapi secara bertahap di berbagai provinsi angka itu membaik,” kata Luhut dalam acara Grab Bersatu Untuk Indonesia, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Grab Galang Donasi untuk Penanganan Covid-19

Luhut menambahkan, pemerintah tidak main-main dalam menangani pandemi Covid-19. Bahkan, pemerintah telah menyusun roadmap pengendalian Covid-19 secara terpadu dan holistik.

“Mulai dari Testing, Tracing, Treatment (3T), protokol kesehatan 3M, dan vaksinasi yang semua dilakukan secara holistik. Jadi kalau ada yang menyampaikan kita hanya menangani masalah 3T, hanya 3M atau hanya vaksinasi itu tidak benar. Kami punya time table pelaksanaannya,” jelas dia.

Luhut juga menyebutkan, saat ini pihaknya melakukan testing 500.000 orang per hari, tujuannya menurunkan 25 persen angka positivity rate di bulan Juli 2021.

Di bulan September 2021, ia menargetkan jumlah positif rate bisa berkurang hingga 15 persen. Hingga Desember 2021, Luhut menargetkan, angka positivity rate bisa turun hingga 5 persen.

“Jadi semua kita berharap positivity rate turun 5 persen dalam kurun waktu Oktober, November, dan Desember. Kita juga menyusun bagaimana konversi tempat tidur dan bed occupancy rate (BOR) turun di bulan Agustus ini berkisar 50-70 persen dan di bulan Oktober, November dan Desember turun 50 persen,” jelas Luhut.

Baca juga: Survei BPS: 20 Persen Responden Tak Percaya Efektivitas Vaksin Covid-19

Dia optimistis target tersebut bisa tercapai melalui percepatan vaksinasi seperti di Jawa dan Bali. Demikian juga di luar Jawa dan Bali.

Menurut Luhut, untuk menurunkan jumlah kasus positif Covid-19, tentunya perlu kolaborasi semua pihak. Misalnya, dengan edukasi yang menjelaskan betapa bahayanya varian delta ini jika terpapar.

“Kita melakukan secara holistik dengan pendekatan melalui komunitas-komunitas di level paling bawah untuk penyampaian betapa bahayanya varian delta ini yang menyebar sangat cepat dan lama bertahan. Ini menimbulkan angka kematian tinggi jika tidak diatasi dengan cepat,” jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Whats New
Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Whats New
Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Whats New
Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Whats New
Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Whats New
INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

Whats New
Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Whats New
BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

Whats New
Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Whats New
Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Whats New
Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

BrandzView
MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

Whats New
Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.