Luhut: Positivity Rate Covid-19 Varian Delta Turun hingga 50 Persen

Kompas.com - 02/08/2021, 15:16 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor pengembangan percepatan infrastruktur Provinsi Banten secara virtual, Jakarta, Kamis (18/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, hingga saat ini, pemerintah telah menurunkan positivity rate Covid-19 varian Delta sebesar 50 persen sejak periode tertinggi di tanggal 15 Juli 2021.

“Kami bekerja terpadu dan kita melihat ke depan angka membaik. Sejak tertingga 15 Juli varian Delta, kami telah menurunkan 50 persen, meskipun di tempat lain masih ada angka yang tidak bagus. Tapi secara bertahap di berbagai provinsi angka itu membaik,” kata Luhut dalam acara Grab Bersatu Untuk Indonesia, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Grab Galang Donasi untuk Penanganan Covid-19

Luhut menambahkan, pemerintah tidak main-main dalam menangani pandemi Covid-19. Bahkan, pemerintah telah menyusun roadmap pengendalian Covid-19 secara terpadu dan holistik.

“Mulai dari Testing, Tracing, Treatment (3T), protokol kesehatan 3M, dan vaksinasi yang semua dilakukan secara holistik. Jadi kalau ada yang menyampaikan kita hanya menangani masalah 3T, hanya 3M atau hanya vaksinasi itu tidak benar. Kami punya time table pelaksanaannya,” jelas dia.

Luhut juga menyebutkan, saat ini pihaknya melakukan testing 500.000 orang per hari, tujuannya menurunkan 25 persen angka positivity rate di bulan Juli 2021.

Di bulan September 2021, ia menargetkan jumlah positif rate bisa berkurang hingga 15 persen. Hingga Desember 2021, Luhut menargetkan, angka positivity rate bisa turun hingga 5 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jadi semua kita berharap positivity rate turun 5 persen dalam kurun waktu Oktober, November, dan Desember. Kita juga menyusun bagaimana konversi tempat tidur dan bed occupancy rate (BOR) turun di bulan Agustus ini berkisar 50-70 persen dan di bulan Oktober, November dan Desember turun 50 persen,” jelas Luhut.

Baca juga: Survei BPS: 20 Persen Responden Tak Percaya Efektivitas Vaksin Covid-19

Dia optimistis target tersebut bisa tercapai melalui percepatan vaksinasi seperti di Jawa dan Bali. Demikian juga di luar Jawa dan Bali.

Menurut Luhut, untuk menurunkan jumlah kasus positif Covid-19, tentunya perlu kolaborasi semua pihak. Misalnya, dengan edukasi yang menjelaskan betapa bahayanya varian delta ini jika terpapar.

“Kita melakukan secara holistik dengan pendekatan melalui komunitas-komunitas di level paling bawah untuk penyampaian betapa bahayanya varian delta ini yang menyebar sangat cepat dan lama bertahan. Ini menimbulkan angka kematian tinggi jika tidak diatasi dengan cepat,” jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.