Survei BPS: 20 Persen Responden Tak Percaya Efektivitas Vaksin Covid-19

Kompas.com - 02/08/2021, 15:00 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono saat melaporkan kinerja ekspor-impor bulan Juni tahun 2021 di Gedung BPS Jakarta, Kamis (15/7/2021). Dok. Badan Pusat StatistikKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono saat melaporkan kinerja ekspor-impor bulan Juni tahun 2021 di Gedung BPS Jakarta, Kamis (15/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan, masih ada 20 persen responden dari warga negara Indonesia yang belum melakukan vaksinasi Covid-19 karena ragu terhadap efektivitas vaksin.

Secara lebih rinci, warga yang tidak mau vaksin karena tidak percaya pada efektivitas mencapai 4,2 persen dari seluruh responden survei, sementara 15,8 persen tidak mau atau khawatir terhadap efektivitasnya.

"Hasil survei ada sebagian masyarakat yang belum melakukan vaksinasi yaitu, khawatir dengan efek samping atau tidak percaya dengan efektivitas vaksin mencapai 20 persen dari responden yang belum melakukan vaksin," tutur Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 Aman, Luhut Minta Vaksinasi 2 Juta Dosis Per Hari

Survei ini diikuti oleh 212.762 orang dengan metode sampling snowball alias memberikan informasi informasi dari orang ke orang secara berantai dan mengakses sistem online BPS.

Dengan begitu, kata Margo, survei tidak mewakili kondisi seluruh masyarakat.

Survei juga didominasi oleh mahasiswa D4/S1 sebesar 46,8 persen dari jumlah responden, diikuti SMA sebesar 29,6 persen, dan S2 sebanyak 8,7 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Survei hanya menggambarkan kondisi individu yang mengakses melalui sistem online kami. Sebaran pendidikan juga menggambarkan literasi masyarakat terhadap sistem (digital) yang dikembangkan," papar Margo.

Sedangkan 26,3 persen responden lainnya mengaku masih mencari lokasi yang menyediakan kuota vaksinasi; dan 21,2 persen sudah terjadwal tapi belum waktunya.

Baca juga: Daftar Tempat di Jakarta yang Pengunjungnya Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Selanjutnya, 32,5 persen tidak bisa vaksinasi karena faktor kesehatan, ibu hamil, sarana dan akses jalan sulit, serta alasan lainnya.

"Jadi masalah kesehatan adalah masalah kita semua maka perilaku kita baik secara individu di keluarga atau masyarakat sangat membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19," pungkas Margo.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.