Pemerintah klaim Sudah Antisipasi Dampak Varian Lambda ke Perekonomian

Kompas.com - 18/08/2021, 15:05 WIB
Kepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu. KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyatakan mengantisipasi varian baru Covid-19 setelah delta, yakni varian lLambda terhadap perekonomian.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyatakan, varian ini menjadi salah satu ketidakpastian yang sudah diantisipasi kemunculannya pada 2021 atau tahun 2022.

"Itulah yang kita sebut dengan living with endemic, bahwa kita tahu ini bukan sesuatu yang kita asumsikan akan hilang seketika," kata Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/8/2021).

Baca juga: BSN Kembangkan SNI untuk Obat dan Alat Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

Febrio mengungkapkan, Indonesia sudah belajar banyak dari pandemi yang menyebar sejak Maret 2020 lalu. Seluruh negara di dunia pun mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru (new normal) lantaran pandemi yang disebut bakal berakhir tahun 2021 nyatanya masih ada.

"Kita tidak akan mengasumsikan tidak ada kelanjutan dari pandemi ini di 2022. Bedanya adalah kita punya pengalaman 2 tahun dan kita punya pengalaman untuk siap living with endemic. Itu yang menjadi harapan dan optimisme," tutur Febrio.

Salah satu pengalaman yang berharga adalah kembali melakukan pembatasan sosial pada awal Juli 2021 saat varian Delta menyebar. Ketika Indonesia mengalami gelombang kedua itu, pemerintah merespons dengan cepat untuk menahan laju penyebaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tercatat rata-rata kasus harian pada 7 hari terakhir mengalami perbaikan, lebih menurun dibanding kasus puncak 56.557 kasus per hari di pertengahan bulan Juli. Meski kata Febrio, pemerintah dan seluruh masyarakat harus menerima konsekuensi dari pembatasan tersebut.

Karena harus hidup berdampingan dengan virus, vaksinasi tetap menjadi kunci utama pemulihan ekonomi. Percepatan vaksinasi dibarengi dengan disiplin protokol kesehatan menjadi satu-satunya jalan keluar untuk hidup dalam keadaan normal baru.

Baca juga: 205.000 Orang Telah Divaksinasi Covid-19 dalam Program Kemenhub

Tak lupa, sistem kesehatan pada tahun depan pun perlu ditingkatkan agar makin andal dan siaga.

"Vaksinasi akan dilanjutkan di 2022 dengan segala pandemi yang ada. Karena vaksin juga harus di-adjust atau efektif dalam menghalau infeksi yang terjadi," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.