Aturan Terkait Bank Digital Terbit, Bank Neo Siap Berinovasi dalam Layanan

Kompas.com - 23/08/2021, 18:48 WIB
Bank Neo Commerce (dok. BNC) dok BNCBank Neo Commerce (dok. BNC)

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum lama ini menerbitkan POJK No 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum yang mempertegas definisi suatu bank digital, pendirian, dan teknis operasionalnya.

OJK juga menerbitkan POJK No 13/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum yang mempermudah bank digital menciptakan produk atau layanan inovatif bagi masyarakat melalui penyederhanaan perizinan dan regulasi.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengungkapkan optimisme yang tinggi terhadap industri perbankan Indonesia.

Baca juga: Terus Turun, Kepemilikan Saham Asabri di Bank Neo Commerce Tinggal 0,53 Persen

Dengan dukungan regulasi tersebut, Bank Neo Commerce terus berupaya memperkuat ekosistem digitalnya, menambah produk dan layanan, kemitraan, hingga memperkuat sistem keamanan dalam melayani kebutuhan perbankan digital masyarakat Indonesia.

“Dengan peluncuran POJK tersebut, memperjelas keberadaan bank digital di Indonesia sehingga kami bisa melayani masyarakat Indonesia dengan lebih baik lagi. Dengan kedua butir regulasi ini, Bank Neo Commerce semakin terpacu untuk terus berinovasi dan memberikan layanan dan produk perbankan digital yang end-to-end dengan dukungan penuh dari regulator,” kata Tjandra melalui siaran pers Senin (23/8/2021).

Tjandra mengungkapkan, POJK ini akan menumbuhkan sebuah sinyal positif dari regulator yang mendukung terciptanya ekosistem perbankan digital yang sehat, aman, dan inovatif serta mendukung penetrasi inklusi keuangan tingkat nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, pertumbuhan Bank Neo Commerce juga seiring dengan peningkatan harga saham emiten tersebut dengan kode saham BBYB yang terus mengalami kenaikan.

Menurut dia, dengan pergerakan harga saham yang positif, semakin menunjukkan kepercayaan masyarakat dengan kinerja bank digital.

Baca juga: Cara Mencegah Kejahatan Siber untuk Nasabah Bank Neo Commerce

Dalam kurun waktu tersebut, juga terjadi pergerakan kepemilikan saham yang dinamis, dimulai dengan dikeluarkannya izin dari regulator sehingga PT Akulaku Silvrr Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali.

Adapun porsi kepemilikan PT Akulaku Silvrr saat ini sebesar 24,98 persen, kepemilikan PT Gozco Capital sebesar 17,88 persen, dan kepemilikan PT Asabri yang semakin tergerus menjadi 0,53 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.