Punya Prospek Jangka Panjang, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Telekomunikasi

Kompas.com - 06/09/2021, 23:16 WIB
Ilustrasi BTS KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi BTS

JAKARTA, KOMPAS.com - Persaingan di bisnis menara telekomunikasi kian ketat. Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yakni PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) mendapatkan pengalihan menara telekomunikasi sebanyak 4.000 unit dari anak usaha Telkom lainnya, yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

Sementara itu, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) juga berencana mengambil alih sekurang-kurangnya 90 persen dari modal ditempatkan dan disetor PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

Analis Panin Sekuritas, Restu Pamungkas, menilai, saham-saham industri telekomunikasi sangat menarik untuk dikoleksi jangka panjang, sebab saham-saham di sektor ini memiliki prospek fundamental yang menjanjika ke depannya.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghitung Return Saham?

“Sebagai catatan, sektor menara, mempunyai nilai kontrak pendapatan jangka panjang yang tidak dapat dibatalkan, sehingga hal ini menjadi langkah positif untuk menjaga kinerja ke depannya,” terang Restu kepada Kontan.co.id, Senin (6/9/2021).

Menyoal transaksi pengalihan menara dari Telkomsel ke Mitratel, Restu berpandangan bahwa transaksi tersebut akan berimplikasi positif baik kepada Mitratel sendiri, Telkomsel, maupun TLKM sebab transaksi ini akan membuat masing-masing perusahaan untuk berfokus pada inti bisnisnya.

Pada sisi Telkomsel, transaksi ini bisa membuat Telkomsel lebih fokus dalam mengembangkan atau bahkan memperkuat transformasi digitalnya. Selain itu, pengeluaran Telkomsel juga akan menjadi lebih efisien ke depannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau dari mitratel sendiri, dengan kepemilikan lebih dari 28 ribu menara, tentunya nilai revenue mitratel akan meningkat, dan dapat lebih ekspansif ke depannya dalam menambah jumlah tenant-nya,” sambung Restu.

Di lain pihak, transaksi akuisisi SUPR oleh anak usaha TOWR juga bisa meningkatkan kinerja TOWR ke depannya. TOWR sendiri menurut catatan Restu masih memiliki neraca yang sangat kuat. Restu mencatat, nilai net debt/EBITDA TOWR masih berada di kisaran 2,8 kali.

Baca juga: 5 Cara Mudah Beli Saham Melalui e-IPO

Angka tersebut masih sangat rendah dibanding kompetitor lainnya menurut catatan Restu. Dengan kondisi yang demikian, TOWR masih memiliki ruang untuk memperoleh pendanaan dan pinjaman.

Dengan melihat perkembangan yang ada, Restu melihat TOWR dan TLKM sebagai saham yang menarik untuk dikoleksi.

“Kalau dari kami, saham yang menarik ada di TOWR dan TLKM. Dari kondisi fundamental kedua saham tersebut paling solid. TLKM target harga di 4.000 (implied EV (Enterprise Value)/EBITDA di level 4,0 kali), TOWR target harga di 1.520 (implied EV/EBITDA di level 14,8 kali,” kata Restu. (Muhammad Julian)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Punya prospek jangka panjang, simak rekomendasi analis untuk saham telekomunikasi

 

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.