Kompas.com - 12/09/2021, 10:50 WIB
Warga tetap ramai-ramai menggunakan moda transportasi Kereta Rel Listrik Commuter Line untuk berbelanja di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meski Senin (3/5/2021) hari ini mulai ada pembatasan jam operasional KRL yang berhenti di Stasiun Tanah Abang, namun hal itu tak menyurutkan niat warga untuk berbelanja. Warga justru menyesuaikan waktu belanjanya agar tetap bisa menggunakan KRL. KOMPAS.com/IhsanuddinWarga tetap ramai-ramai menggunakan moda transportasi Kereta Rel Listrik Commuter Line untuk berbelanja di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meski Senin (3/5/2021) hari ini mulai ada pembatasan jam operasional KRL yang berhenti di Stasiun Tanah Abang, namun hal itu tak menyurutkan niat warga untuk berbelanja. Warga justru menyesuaikan waktu belanjanya agar tetap bisa menggunakan KRL.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai karyawati yang bekerja di bilangan Mega Kuningan, Jakarta, Rere Fadillah (27), sangat mengandalkan moda transaportasi KRL untuk berangkat dari rumahnya di Kota Bogor.

Ia cukup sering menggunakan KRL untuk berangkat ke lokasi kerja, meski sesekali ia juga mengendarai sepeda motor. Namun jarak Jakarta-Bogor yang cukup jauh, terlebih dengan keberadaan beberapa titik penyekatan, membuat KRL akhirnya jadi alternatif utama. 

"Tetapi setelah adanya PPKM Darurat jadi sering ada penyekatan. Akhirnya mulai lebih sering pakai KRL," ujar Rere kepada Kompas.com, Minggu (12/9/2021).

Guna berjaga-jaga agar tidak ditolak masuk ke stasiun KRL, Rere pun sempat meminta dibuatkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) ke kantornya untuk berjaga-jaga. Rere mengaku tak keberatan dengan prosedur tersebut keluar masuk Kota Jakarta tersebut.

Baca juga: Ini Cara Menggunakan Aplikasi PeduliLindungi untuk Naik KRL

"Tapi sekarang sudah dilonggarin, tidak perlu lagi pakai STRP. KRL yang tetap beroperasi selama masa pandemi, sudah sangat membantu karyawan seperti saya," kata Rere.

Rere mengapreasiasi layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang tetap memberikan layanan KRL meskipun dengan memberlakukan aturan yang cukup ketat. Selain itu, petugas KRL di stasiun juga tampak selalu sigap mengingatkan penumpang untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baru-baru ini, PT KAI memberlakukan aturan baru. Setiap penumpang KRL harus memperlihatkan sertifikat vaksin seiring adanya perubahan aturan perjalanan di masa PPKM.

Ketentuan tersebut berpedoman pada Surat Edaran dari Satuan Tugas Penangana Covid-19 Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 6 September 2021.

Baca juga: Aturan Baru Syarat Naik KRL: Wajib Pakai Sertifikat Vaksin

Sertifikat vaksin dapat diperlihatkan kepada petugas melalui aplikasi PeduliLindungi, atau secara fisik (dicetak), ataupun secara digital dalam bentuk file foto.

Petugas juga akan meminta pengguna menunjukkan KTP atau identitas lainnya guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin. Sertifikat vaksin yang diterima adalah sekurang-sekurangnya sertifikat vaksin dosis pertama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.