Tumbuh Melambat, Utang Luar Negeri RI Capai Rp 5.994,5 Triliun

Kompas.com - 15/09/2021, 11:37 WIB
Ilustrasi dollar AS Thinkstock.comIlustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sampai dengan akhir Juli 2021 sebesar 415,7 miliar dollar AS atau setara Rp 5.994,51 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per dollar AS).

Posisi tersebut tumbuh 1,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

"(Pertumbuhan ULN) lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2 persen yoy. Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN Pemerintah," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Kuartal II 2021, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Tipis

Erwin merinci, posisi ULN pemerintah sampai dengan Juli 2021 sebesar 205,9 miliar dollar AS atau setara Rp 2.944,3 triliun. Posisi itu tumbuh 3,5 persen secara tahunan, lebih lambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,3 persen yoy.

Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan pembayaran neto pinjaman bilateral, di tengah penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Posisi ULN pemerintah aman karena hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah," kata Erwin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, posisi ULN swasta sampai dengan April 2021 sebesar 207 miliar dollar AS atau setara Rp 2.960,1 triliun. Posisi utang tersebut tumbuh 0,1 persen yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen.

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan, dengan pangsa mencapai 76,6 persen dari total ULN swasta.

Baca juga: Soal Dana Bantuan dari IMF, BI Tegaskan Tak Ada Batas Waktu Pengembalian dan Bukan Utang

"ULN tersebut masih didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,6 persen terhadap total ULN swasta," ujar Erwin.

Berdasarkan realisasi tersebut, Erwin mengklaim, posisi ULN Indonesia pada Juli 2021 tetap terkendali.

Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 36,6 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 37,5 persen.

"Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,3 persen dari total ULN," ucap Erwin.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.