Menteri Investasi: Negara Tetangga Tak Ingin RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Kompas.com - 17/09/2021, 16:06 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengisi kuliah perdana mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (UB) secara daring yang juga disiarkan melalui YouTube, Senin (23/8/2021) KOMPAS.COM/Tangkapan LayarMenteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengisi kuliah perdana mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya (UB) secara daring yang juga disiarkan melalui YouTube, Senin (23/8/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa ada negara tetangga yang tidak ingin Indonesia menjadi negara produsen baterai mobil listrik.

Meski tak menyebutkan negara yang dimaksud, Menteri Investasi menyebut negara tersebut hanya ingin memanfaatkan sumber daya alam Indonesia.

"Bahwa yang kita groundbreaking itu adalah baterai 10 giga tahap pertama. Kenapa ini kita lakukan? Karena kita sadari negara-negara tetangga kita, saya tidak perlu sebutkan negaranya apa itu, tidak ingin Indonesia menjadi salah satu negara produsen baterai (mobil listrik) di dunia," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Menteri Investasi Sebut Kenaikan EoDB RI Tergantung Lobi-lobi

"Mereka ingin bahan bakunya saja ambil dari kita, kemudian mereka mau bangun di negara mereka supaya made in negara A, made in negara B. Nah, kita membaca gelagat ini," sambung dia.

Tidak ingin dimanfaatkan, Indonesia bergerak cepat menjalin kerja sama dengan investor untuk mengembangkan industri baterai mobil listrik di dalam negeri.

"Nah, ini pertama kali di Indonesia, di Asia Tenggara, dan untuk dunia ini adalah ekosistem yang kalau kita sudah bangun semuanya ini salah satu yang pertama juga di dunia dari tambang smelter, smelting, prekursor katoda, mobil kemudian baterai cell dan recycle-nya itu pertama kali. Tapi, ini akan terbangun semuanya di 2022," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: PLN Siap Penuhi Kebutuhan Listrik Industri Baterai Mobil Listrik

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan groundbreaking atau peletakan batu pertama yang menandai pembangunan pabrik baterai mobil listrik proyek Hyundai Motor Group dengan LG Energy Solution di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (15/9/2021).

Pembangunan pabrik baterai mobil listrik itu diharapkan membuat Indonesia bisa keluar dari jebakan negara pengekspor bahan baku dalam proses transformasi era elektrifikasi kendaraan bermotor karena industri hilirisasinya berjalan.

Baca juga: PT PAL Dapat Lisensi Bikin Kapal Perang Canggih dari Inggris

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.