Kompas.com - 21/09/2021, 09:35 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona merah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (21/9/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang melemah pada awal perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.011,02 atau turun 65,29 poin (1,07 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.076,31.

Sebanyak 72 saham melaju di zona hijau dan 326 saham di zona merah. Sedangkan 137 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,28 triliun dengan volume 2,7 miliar saham.

Pagi ini bursa saham asia mayoritas hijau dengan kenaikan Hang Seng Hong Kong 2,1 persen, dan indeks Strait Times 0,45 persen. Sementara itu, indeks Nikkei melemah 1,78 persen.

Baca juga: IHSG Bakal Kembali Melemah? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Wall Street pagi ini ditutup merah dengan penurunan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) 1,78 persen, indeks S&P 500 1,7 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS, Nasdaq 2,19 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG sudah breakdown support kuat MA50 dan diperkirakan akan melanjutkan pelemahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“IHSG diprediksi melemah. Pergerakan pasar saham masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana tapering The Fed. Investor juga akan mencermati keputusan Bank Indonesia terkait 7days repo rate,” ujar Dennies dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.03 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.248 per dollar AS, atau turun 5 poin (0,04 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.242 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, meskipun melemah pagi ini, rupiah berpeluang menguat pada siang nanti, terdorong sentimen sentimen positif penurunan level PPKM di Jawa Bali.

"Rupiah berpeluang menguat hari ini terhadap dollar AS mengikuti penguatan nilai tukar regional pagi ini dan dibantu oleh sentimen positif PPKM di Jawa Bali yang diturunkan sehigga tidak ada yang berada di level 4," kata Ariston kepada Kompas.com.

Namun, penguatan rupiah kemungkinan terbatas karena pelaku pasar masih mewaspadai soal meeting the Fed dan risiko gagal bayar dari perusahaan properti China Evergrande yang memiliki utang jumbo sekitar Rp 4,2 triliun.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak melemah pada kisaran Rp 14.200 per dollar AS hingga Rp 14.270 per dollar AS.

Baca juga: Partial Delisting, Bank KB Bukopin Hapus Saham Bosowa dan Kopkapindo

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.