Menperin Beberkan Alasan RI Harus Impor Garam 3,07 Juta Ton di 2021

Kompas.com - 25/09/2021, 10:02 WIB
Sejumlah pekerja mengumpulkan garam ke dalam karung di Desa Luwunggeusik, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/3/2021). Pemerintah akan membuka kembali keran impor garam sebanyak tiga juta ton pada tahun ini karena kuantitas dan kualitas garam lokal yang dinilai masih di bawah standar kebutuhan industri. ANTARA/DEDHEZ ANGGARASejumlah pekerja mengumpulkan garam ke dalam karung di Desa Luwunggeusik, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/3/2021). Pemerintah akan membuka kembali keran impor garam sebanyak tiga juta ton pada tahun ini karena kuantitas dan kualitas garam lokal yang dinilai masih di bawah standar kebutuhan industri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memutuskan untuk membuka keran impor garam (garam impor) pada tahun ini sebesar 3,07 juta ton pada tahun 2021. Keputusan itu disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Impor terpaksa dilakukan pemerintah karena kebutuhan garam nasional mencapai 4,6 juta ton pada 2021. Sementara stok dari petani garam lokal jauh dari mencukupi.

Agus membeberkan dua alasan utama perlunya garam impor. Pertama selain tak mencukupi kebutuhan nasional, kualitas garam lokal dianggap tidak memenuhi standar industri.

"Faktor kedua yang tidak kalah penting adalah kualitas, di mana beberapa sektor industri, seperti khlor alkali, farmasi dan kosmetik, pengeboran minyak, serta aneka pangan membutuhkan garam sebagai bahan baku dengan spesfikasi yang cukup tinggi," jelas Agus dikutip pada Sabtu (25/9/2021).

Baca juga: Pemerintah Jokowi Mau Impor 3 Juta Ton Garam Tahun Ini

Kualitas garam untuk kebutuhan industri didasarkan atas kandungan Natrium Clorida atau NaCl. Di mana industri lazimnya membutuhan NaCl di atas 97 persen ke atas.

Alasan ketiga, sambung Agus, adalah petani garam lokal yang belum bisa memenuhi pasokan garam untuk industri secara berkesinambungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Baik dari sisi kandungan NaCl maupun cemaran-cemaran logam yang cukup rendah. Jaminan pasokan menjadi faktor ketiga, karena industri berproduksi sepanjang tahun sehingga kontinuitas pasokan bahan baku sangat diperlukan," jelas Agu.

Dari jumlah kebutuhan garam nasional tersebut, 84 persen di antaranya merupakan peruntukan untuk bahan baku industri manufaktur.

Baca juga: Pemerintah Mau Buka Impor, Petani Garam Curhat Stok Menumpuk di Gudang

Sektor industri dengan kebutuhan garam antara lain khlor dan alkali, yang menghasilkan produk-produk perokimia, pulp, dan juga kertas.

Ia menyebutkan, kebutuhan bahan baku garam industri untuk sektor ini mencapai 2,4 juta ton per tahun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.