Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Arti Penting dari Pertahanan Udara

Kompas.com - 14/11/2021, 10:23 WIB
Latihan Angkasa Yudha 2012
Prajurit Paskhas TNI AU memeragakan simulasi SAR tempur pada Latihan Manuver Lapangan Angkasa Yudha 2012 di Tanjung Pandan, Pulau Belitung, Bangka Belitung, Selasa (23/10). Latihan tersebut meliputi lima operasi udara, yaitu operasi serangan udara strategis, lawan udara ofensif, pertahanan udara, operasi informasi, dan operasi dukungan udara. Manuver lapangan ini melibatkan pesawat tempur, helikopter, pesawat angkut, pesawat intai dan pasukan TNI AU. RIZA FATHONILatihan Angkasa Yudha 2012 Prajurit Paskhas TNI AU memeragakan simulasi SAR tempur pada Latihan Manuver Lapangan Angkasa Yudha 2012 di Tanjung Pandan, Pulau Belitung, Bangka Belitung, Selasa (23/10). Latihan tersebut meliputi lima operasi udara, yaitu operasi serangan udara strategis, lawan udara ofensif, pertahanan udara, operasi informasi, dan operasi dukungan udara. Manuver lapangan ini melibatkan pesawat tempur, helikopter, pesawat angkut, pesawat intai dan pasukan TNI AU.

KOMPAS.com - Pertahanan udara sebagai sistem merupakan bagian yang utuh dari sebuah konsep pertahanan keamanan nasional secara keseluruhan.

Kemajuan tekonologi penerbangan dan ruang angkasa telah membuat sistem pertahanan udara menjadi sangat penting.

Teknologi memang telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, akan tetapi teknologi kedirgantaraan memiliki ciri tersendiri dalam perubahan itu.

Baca juga: Garuda dan Industri Penerbangan

Kecepatan dari akselerasi kemajuan teknologi dirgantara sangat fantastis.

Pesawat terbang pertama baru berhasil diterbangkan oleh Wright Bersaudara pada tahun 1903 yang hanya mampu terbang mengangkasa selama 12 detik, mencapai ketinggian 37 meter dan menempuh jarak 4 Nm atau lebih kurang 7 Km saja.

Namun, hanya 66 tahun setelah itu, Neil Armstrong telah berhasil menjejakkan kakinya di permukaan bulan yang jaraknya 384.400 Km dari Bumi.

Pada tahun yang sama, manusia sudah mampu memproduksi pesawat terbang SR-71 Blackbird yang mampu terbang dengan kecepatan 3 X kecepatan suara.

Itulah ciri dari laju kecepatan kemajuan teknologi dirgantara. Akselerasi dari kemajuan teknologi dirgantara telah mengubah seluruh struktur anatomi dari taktik dan strategi dalam peperangan.

Baca juga: Kesuraman Industri Penerbangan dan Potensi Leisure Economy...

Tidak itu saja, kemajuan teknologi dirgantara telah memunculkan terminologi baru yaitu “Total War” yang sekaligus menuntut sistem pertahanan berubah drastis menjadi “Total Defence System”.

Melalui udara, maka tidak ada lagi tempat yang aman untuk bersembunyi dari serangan yang dilakukan musuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.