Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Pastikan Operasional Penerbangan Normal

Kompas.com - 06/12/2021, 09:44 WIB
Material awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi. KOMPAS.com/ANDI HARTIKMaterial awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak ada dampak terhadap operasional penerbangan di bandara-bandara yang ada di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021) lalu.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menjelaskan, berdasarkan Ashtam Nomor VAWR 2176 jam 03.30 UTC tanggal 5 Desember 2021 atau pukul 11.30 WIB, meskipun status abu vulkanik masih red alert, namun pergerakan abu vulkanik tidak terdeteksi oleh satelit HIMAWARI-8.

“Saat ini tidak terdapat bandara-bandara yang berada di area poligon dan di luar poligon sebaran abu vulkanic (volcanic ash), serta ATS Route tidak terdampak,” ujar Novie dalam keterangannya, senin (6/11/2021).

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Baznas Bangun Pos Kesehatan di Lumajang

Begitu pula dengan hasil pantauan citra satelit dan SIGMET 06 pada pukul 03.30 UTC, lanjut Novie, menunjukkan bahwa tidak terdeteksi adanya sebaran abu vulkanik.

“Hasil Paper Test dari Bandar Udara Abdulrachman Saleh di Malang, pada pukul 08.00 sampai dengan 09.00 WIB di apron tidak teramati abu vulkanik,” kata dia.

Ia memastikan, Ditjen Perhubungan Udara terus melakukan monitoring dan koordinasi secara intensif dengan melibatkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia.

Selain itu melibatkan pula Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan pihak penyelenggara bandara.

“Operasional penerbangan pada bandara-bandara terdekat tetap berjalan normal, namun demikian akan terus dilakukan monitoring intensif aktifitas Gunung Semeru serta penyiapan langkah-langkah contingency sesuai ketentuan,” pungkas Novie.

Baca juga: Pasca Erupsi Gunung Semeru, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.