KOLOM BIZ
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan OCTA
Ryan Filbert
Praktisi Inspirator investasi di Indonesia

Ryan Filbert adalah penulis 20 judul buku Investasi best seller nasional

Brand Ambassador Octa Investama Berjangka - Octa.id

 

 

Mengenal Konsep “Membeli Murah dan Menjual Mahal” dalam Trading Forex

Kompas.com - 06/12/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi melakukan trading forex Dok. Octa Investama BerjangkaIlustrasi melakukan trading forex

SALAH satu pernyataan yang kerap muncul dalam aktivitas trading adalah “membeli murah dan menjual mahal”.

Jika dilihat dalam konteks trading foreign exchange (forex), pernyataan tersebut bisa menghasilkan dua strategi.

Sedangkan, bila pernyataan tersebut diaplikasikan pada trading saham, kita hanya akan mendapatkan satu strategi.

Kenapa bisa seperti itu?

Coba Anda bayangkan sebuah barang umum yang tidak terkait dengan saham atau forex. Misalnya saja, baju.

Apabila Anda adalah seorang pemilik toko baju, skema paling umum diterapkan saat berdagang adalah membeli stok baju, memajangnya di etalase, dan menjualnya dengan harga di atas modal.

Skema itulah yang disebut dengan membeli murah dan menjual mahal. Sebab, Anda membeli baju dengan harga murah, kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi dari modal yang sudah dikeluarkan.

Menurut saya, strategi tersebut adalah strategi dagang 101 alias strategi dasar.

Sekarang, bayangkan sebuah skenario. Seorang pelanggan datang dan ingin membeli sebuah model baju. Sayangnya, baju yang diinginkan tersebut tak tersedia di toko Anda.

Ilustrasi melakukan trading forex Dok. Octa Investama Berjangka Ilustrasi melakukan trading forex

Situasinya menjadi lebih menarik karena Anda mengetahui tempat untuk membeli model baju yang pelanggan itu inginkan. Lalu, situasi apa yang bisa terjadi?

Anda akan bertanya apakah pelanggan itu bersedia membeli baju yang dicari dengan harga tertentu. Perhitungan harga tersebut sudah termasuk laba yang Anda inginkan. Pelanggan tersebut setuju dan memberikan uangnya.

Hal yang perlu diingat, pada situasi tersebut, Anda belum membelikan baju yang dicari pelanggan.

Setelah uang diterima, barulah Anda membeli baju yang dimaksud dari toko lain dan menyerahkannya kepada pelanggan. Tentunya, baju tersebut Anda beli dengan harga lebih murah dari harga jual yang ditawarkan.

Ilustrasi tersebut menggambarkan konsep menjual mahal dan membeli murah. Meskipun kalimatnya terlihat sama, artinya jauh berbeda karena konsepnya berbeda.

Dalam bahasa trading forex, konsep membeli murah dan menjual mahal adalah long strategy. Sementara, konsep menjual mahal dan membeli murah adalah short strategy.

Ilustrasi melakukan trading forexDok. Octa Investama Berjangka Ilustrasi melakukan trading forex

Dalam konteks saham, secara umum kita tidak memiliki kemampuan short strategy. Karenanya, bisa dikatakan perdagangan saham hanya terjadi satu arah. Anda akan mendapatkan untung kalau harga naik.

Sementara, dalam konsep menjual mahal membeli murah, Anda bisa membeli kembali setelah menjual. Jika dianalogikan dengan berdagang baju, Anda menjual bajunya terlebih dulu baru membelikan barangnya. Harapannya, Anda bisa mendapatkan harga beli yang jauh lebih murah dari harga jual.

Hal itu berarti, meskipun harga turun jauh dari harga jual, Anda akan tetap mendapatkan untung.

Maka dari itu, ketika ada indikasi harga murah, Anda bisa menerapkan long strategy. Sementara, ketika harga sedang mahal, short strategy bisa menjadi pilihan terbaik.

Berikut ilustrasi penerapan long strategy dan short strategy pada trading forex.

Grafik pergerakan nilai mata uang GBP/USD, mulai 10-14 Juni 2021. Harga terendah ditunjukkan dengan huruf A dan harga tertinggi pada huruf B.Dok. Octa Investama Berjangka Grafik pergerakan nilai mata uang GBP/USD, mulai 10-14 Juni 2021. Harga terendah ditunjukkan dengan huruf A dan harga tertinggi pada huruf B.

Pada grafik di atas, area A merupakan saat kita memutuskan untuk membeli karena harga sedang menyentuh harga terendah dari sebelumnya. Sementara, area B adalah area harga jual karena harga sedang menyentuh area yang cenderung mahal.

Oleh karena itu, pada situasi tersebut kita bisa menerapkan long strategy.

Karena pada area B harga sudah menjadi "mahal", jika menggeser grafik ke kanan kita akan menemukan praktik short strategy yang tepat.

Grafik pergerakan nilai mata uang GBP/USD, mulai 10-15 Juni 2021. Harga terendah ditunjukkan dengan huruf A dan C serta harga tertinggi pada huruf B.Dok. Octa Investama Berjangka Grafik pergerakan nilai mata uang GBP/USD, mulai 10-15 Juni 2021. Harga terendah ditunjukkan dengan huruf A dan C serta harga tertinggi pada huruf B.

Pada grafik kedua terlihat harga pada pair British Pound/Dollar Amerika Serikat (GBP/USD) kembali turun, bahkan jatuh lebih dalam daripada garis beli pertama (area A).

Artinya, kita bisa menerapkan strategi jual saat berada di area B dan membelinya kembali ketika harga menyentuh area C. Inilah konsep short sell strategy.

Karena perdagangan dalam trading forex terjadi dua arah, siklus seperti contoh grafik di atas memberikan kesempatan bagi kita untuk memperoleh keuntungan dua kali. Meskipun, harganya tidak berubah terlalu jauh.

Sementara, pada perdagangan satu arah seperti saham, kita hanya bisa mendapatkan keuntungan satu kali. Pasalnya, kita hanya bisa membeli dulu dan menjualnya kemudian.

 

Catatan: Trading CFD dengan leverage mungkin dapat membawa keuntungan tinggi, tetapi juga dapat menyebabkan Anda kehilangan dana. Mohon pertimbangkan risikonya sebelum berinvestasi.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Qoala Plus Targetkan Pertumbuhan Pemasaran 5 Kali Lipat di Tahun 2022

Qoala Plus Targetkan Pertumbuhan Pemasaran 5 Kali Lipat di Tahun 2022

Rilis
Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Whats New
54 Persen Dana Pindah Ibu Kota Pakai APBN, Sri Mulyani: Sebetulnya Enggak Ada...

54 Persen Dana Pindah Ibu Kota Pakai APBN, Sri Mulyani: Sebetulnya Enggak Ada...

Whats New
Gelar 2.2 COD Sale, Shopee Berikan Beragam Promo Menarik

Gelar 2.2 COD Sale, Shopee Berikan Beragam Promo Menarik

Whats New
Mau Daftar Shopee Seller Center dengan Mudah? Begini Caranya

Mau Daftar Shopee Seller Center dengan Mudah? Begini Caranya

Whats New
Bangun Ibu Kota Baru 'Nusantara', Pemerintah Janji Hindari Utang Jangka Panjang

Bangun Ibu Kota Baru "Nusantara", Pemerintah Janji Hindari Utang Jangka Panjang

Whats New
Ini Skema Pendanaan Pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Ini Skema Pendanaan Pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Whats New
Tingkatkan Nilai Tambah, Gojek Terintegrasi dengan KRL Commuter Line

Tingkatkan Nilai Tambah, Gojek Terintegrasi dengan KRL Commuter Line

Whats New
Belanja di Indomaret Pakai GoPay Ada Cashback 60 Persen, Ini Caranya

Belanja di Indomaret Pakai GoPay Ada Cashback 60 Persen, Ini Caranya

Spend Smart
Bukan Foto KTP, Ini 3 Syarat agar NFT Laku Terjual di Pasar Digital

Bukan Foto KTP, Ini 3 Syarat agar NFT Laku Terjual di Pasar Digital

Earn Smart
Gelar Sidang Paripurna, DPR RI Setujui RUU IKN Jadi Undang-Undang

Gelar Sidang Paripurna, DPR RI Setujui RUU IKN Jadi Undang-Undang

Whats New
Fitur Kredit Bakal Segera Tersedia di Aplikasi Neobank

Fitur Kredit Bakal Segera Tersedia di Aplikasi Neobank

Whats New
Tips Magang Bagi Mahasiswa agar Tak Sekadar Jadi Tukang Fotokopi dan Digaji Minim

Tips Magang Bagi Mahasiswa agar Tak Sekadar Jadi Tukang Fotokopi dan Digaji Minim

Whats New
Pesan Blue Bird di Mobile Banking BCA Bisa Dapat Diskon, Ini Caranya

Pesan Blue Bird di Mobile Banking BCA Bisa Dapat Diskon, Ini Caranya

Spend Smart
IHSG Turun 1,4 Persen di Sesi I, Investor Asing Lepas Saham BBNI, ANTM, dan BBCA

IHSG Turun 1,4 Persen di Sesi I, Investor Asing Lepas Saham BBNI, ANTM, dan BBCA

Whats New
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.