Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Mandiri Taspen Gandeng Trimegah Asset Management Jual Efek Reksa Dana

Kompas.com - 07/12/2021, 17:49 WIB
Kiki Safitri,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Mandiri Taspen menggandeng Manajer Investasi PT Trimegah Asset Management untuk pemasaran dan penjualan reksa dana pasar uang yakni Reksa Dana TRIM KAS 2.

Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama mengatakan, dirinya optimis penjualan reksa dana akan sukses karena pasarnya beragam lapisan serta kemudahan biaya minimal yang mudah diakses oleh lapisan masyarakat apapun.

Baca juga: BCA, BNI, Bank Mandiri, dan BRI Sudah Blokir Semua Kartu ATM Magnetik

Menurut Maswar, perseroan akan menyasar nasabah eksisting, Aparatur Sipil Negara (ASN) usia produktif, karyawan pra pensiun, karyawan dari perusahaan dana pensiun yang payroll di Bank Mandiri Taspen dan mahasiswa.

"Produk Reksa Dana TRIM Kas 2 yang ditawarkan oleh perseroan sangat terjangkau dengan nominal minimal Rp 50.000 dengan mekanisme pembelian secara lumpsum maupun installment (berkala). Di tahun 2022 Perseroan akan bekerja sama dengan Manajer Investasi lainnya agar produk semakin bervariatif,” ujar Maswar melalui siaran pers, Selasa (7/12/2021).

Direktur Finance, Risk & Operation Atta Alva Wanggai menjelaskan, saat ini kinerja Bank Mandiri Taspen masih bertumbuh sekalipun di tengah era ketidakpastian akibat Covid-19.

Pada Kuartal III 2021 perseroan tetap mampu mencatat kinerja baik dengan membukukan laba bersih Rp 467,3 miliar atau naik 43,7 persen dari tahun lalu.

Sementara Return on Asset (ROA) tumbuh 2,36 persen atau 31 basis points (bps) dan Return on Equality (ROE) 17,47 persen tumbuh 87 bps.

Baca juga: Bank Mandiri Taspen Beri Fasilitas Kredit ke Dosen dan Pegawai UGM

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh rasio dana murah atau CASA yang meningkat sebesar 47,8 persen per 30 September 2021 dengan baki debet Rp 6,53 triliun.

Perseroan tercatat memiliki total aset sebesar Rp 43,77 triliun, meningkat dari posisi akhir November 2020 sebesar Rp 32,61 triliun.

“Kami optimistis kinerja sampai akhir tahun 2021 akan tetap dapat terjaga sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kami akan selalu memberikan dukungan bagi para nasabah maupun masyarakat secara umum khususnya para pensiunan untuk tetap berkarya menghidupkan aktivitas perkenomian," tutur Atta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com