IHSG Turun Tipis di Sesi I, Rupiah Menguat

Kompas.com - 28/01/2022, 12:48 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada Jumat (28/12/2021). Hal ini berbeda dengan mata uang garuda di pasar spot yang menguat.

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada level 6.610,34 atau turun 0,81 poin (0,01 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.611,16.

Sementara itu, terdapat 275 saham yang hijau, 248 saham merah dan 143 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi mencapai Rp 6 triliun dengan volume 12,7 miliar saham.

BBRI, BBCA, ADRO

Net sell asing tertinggi dicatatkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar Rp 54,2 miliar. BBRI selama sesi I perdagangan melemah 0,9 persen di level Rp 4.100 per saham. BBRI mecatatkan total transaksi Rp 189,2 miliar dengan volume 45,8 juta saham.

Bank Central Asia (BBCA) juga catatkan aksi jual bersih tertinggi sebesar Rp 51,9 miliar. Saham BBCA melemah 1,2 persen di level Rp 7.700 per saham. Adapun volume perdagangan BBCA mencapai 38,6 juta saham dengan total transaksi Rp 299,8 miliar.

Adaro Energy (ADRO) juga catatkan net sell tertinggi setelah BBRI dan BBCA, senilai Rp 38,1 miliar. ADRO melemah 1,7 persen di level Rp 2.270 per saham. Adapun volume perdagangan ARTO sebesar 54,5 juta saham dengan total transaksi Rp 123,3 miliar.

BBNI, BMRI

Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan aksi beli bersih tertinggi pada sesi I masing-masing sebesar Rp 136,1 miliar dan Rp 56,4 miliar. BBNI selama sesi I, menguat 3,8 persen di level Rp 7.475 per saham, berbeda dengan BMRI yang stagnan di level Rp 7.550 per saham.

Top Losers di sesi I, Bank Amar Indonesia (AMAR) yang terperosok 6,4 persen di level Rp 510 per saham. Adi Sarana Armada (ASSA) juga melemah 2,3 persen di level Rp 2.900 per saham, dan Vale Indonesia (INCO) juga terkoreksi 1,6 persen di level Rp 4.660 per saham.

Top Gainers di sesi I, Bank Neo Commerce (BBYB) yang meroket 7 persen di level Rp 1.910 per saham, Berkah Beton Sadaya (BEBS) melesat 6,8 persen di level Rp 5.850 per saham, dan Indika Energy (INDY) di level Rp 2.070 per saham atau naik 3,5 persen.

Bursa Asia mixed dengan penurunan Hang Seng Hong Kong 0,71 persen, dan Strait Times menguat 0,06 persen. Sementara itu, Nikkei menguat 0,2,05 persen, dan Shanghai Komposit naik 0,42 persen.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah bergerak menguat. Pukul 12.36 WIB mata uang garuda berada di level Rp 14.360 per dollar AS atau naik 30 poin (0,2 persen) dibandingkan sebelumnya Rp 14.390 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.