Kompas.com - 03/03/2022, 20:05 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat adanya kenaikan harga minyak mentah akibat perang Rusia dan Ukraina.

Eskalasi ketegangan Rusia-Ukraina dan dimulainya invasi Rusia di area Timur Ukraina menambah kekhawatiran akan semakin terganggunya pasokan energi global di saat pasar yang ketat.

Perkembangan tersebut mendorong harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Februari 2022.

Baca juga: Indonesia Langganan Impor Gandum dari Ukraina dan Rusia, Cek Datanya

Kementerian ESDM sendiri telah menerbitkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Februari 2022, yang ditetapkan tanggal 1 Maret 2022.

Dari penetapan tersebut, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) naik menjadi 95,72 dollar AS per barel.

Harga minyak mentah Indonesia tersebut mengalami kenaikan sebesar 9,83 dollar AS dari 85,89 dollar AS per barel pada Januari 2022.

“Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Februari 2022 ditetapkan sebesar 95,72 dollar AS per barel,” demikian bunyi dokumen tersebut, dikutip pada Kamis (3/3/2022).

Baca juga: Daftar Negara Pengimpor Senjata Militer Terbesar di Dunia

Adapun perkembangan harga rata-rata minyak mentah dunia pada bulan Februari 2022 dibandingkan bulan Januari 2022 sebagai berikut:

  • Dated Brent naik sebesar 10,97 dollar AS per barel dari 87,22 dollar AS per barel menjadi 98,19 dollar AS per barel.
  • WTI (Nymex) naik sebesar 8,65 dollar AS per barel dari 82,98 dollar AS per barel menjadi 91,63 dollar AS per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar 8,53 dollar AS per barel dari 85,57 dollar AS per barel menjadi 94,10 dollar AS per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar 8,83 dollar AS per barel dari 85,13 dollar AS per barel menjadi 93,96 dollar AS per barel.

Faktor kenaikan harga minyak mentah

Berdasarkan Executive Summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, peningkatan harga minyak mentah utama juga dipengaruhi permintaan minyak dunia.

Berdasarkan laporan IEA (International Energy Agency) bulan Februari 2022, terdapat peningkatan proyeksi pertumbuhan tahunan permintaan minyak dunia tahun 2022 sebesar 3,2 juta barel per hari menjadi 100,6 juta barel per hari, dipicu oleh pembatasan Covid-19 yang mereda.

Baca juga: Daftar Negara Pengekspor Senjata Terbesar Dunia, AS dan Rusia Bersaing

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.