PAREKRAF

Dorong Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf Luncurkan Banper

Kompas.com - 17/03/2022, 15:32 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan program Bantuan Pemerintah (Banper) pada 2022. Banper diberikan dalam bentuk sarana barang yang dapat memfasilitasi pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia.

Sebagai informasi, program tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 132/PMK.05/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu menjelaskan, program Banper dimulai dengan sosialisasi secara luring dan daring oleh Direktorat Infrastruktur Ekonomi Kreatif serta Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur.

“(Agar bisa mendapatkan Banper), pengusul harus mengajukan proposal, mengikuti tahapan seleksi administrasi dan teknis, serta lolos verifikasi lapangan,” ujar Vinsensius seperti dikutip dari laman Kemenparekraf.

Lebih lanjut, Vinsensius menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria bagi calon penerima Banper. Pertama, calon penerima Banper harus mendaftar sebagai pengusul melalui laman banper.kemenparekraf.go.id.

Kedua, pengusul merupakan komunitas ekonomi kreatif, pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, maupun pemerintah desa, atau lembaga adat. Pengusaha perorangan, perusahaan, dan koperasi tidak dapat mengajukan proposal sebagai penerima Banper.

Ketiga, pengusul juga harus menjalankan kegiatan ekraf minimal satu dari 17 subsektor. Selain itu, pengusul minimal telah menjalankan kegiatan tersebut selama dua tahun sebelum pengajuan bantuan.

Ilustrasi ekonomi kreatifShutterstock/Tukang Photo Stock Ilustrasi ekonomi kreatif

Vinsensius mengatakan, tahapan penerimaan proposal Banper tahun anggaran 2022 telah dilaksanakan. Saat ini, penerimaan sudah sampai tahap seleksi administrasi. Selanjutnya, tim penilai akan melakukan verifikasi lapangan, memberikan rekomendasi, serta melaksanakan monitoring kegiatan.

Monitoring dan evaluasi akan dilakukan setidaknya satu kali dalam dua tahun setelah penerimaan bantuan. Komponen yang dipantau mencakup proses tahapan pekerjaan penyedia, kesesuaian antara gambar, jenis, spesifikasi teknis dengan pelaksanaan perjanjian kerja sama, keaslian barang, dan lainnya,” tutur Vinsensius.

Sementara itu, lanjut Vinsensius, komponen evaluasi terdiri dari konsistensi peruntukan hasil revitalisasi atau pengadaan barang, kesesuaian pemanfaatan antara rencana kegiatan yang berkelanjutan dan pelaksanaan, serta kesesuaian rencana target capaian ekonomi setelah menerima bantuan dengan implementasinya.

“Harapan saya, sektor ekraf dapat kembali menjadi salah satu penyokong perekonomian Indonesia, memiliki daya saing, dan mampu mengembangkan kapasitas usahanya sehingga menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Harga SPBU Vivo Terbaru Per 1 Oktober, Revvo 89 Tak Naik tapi Habis 'Diserbu'

Cek Harga SPBU Vivo Terbaru Per 1 Oktober, Revvo 89 Tak Naik tapi Habis "Diserbu"

Whats New
Rincian Harga Terbaru BBM Pertamax, Revvo 92 dan Shell Super, Kini Hanya Selisih Rp 240-Rp 250 Per Liter

Rincian Harga Terbaru BBM Pertamax, Revvo 92 dan Shell Super, Kini Hanya Selisih Rp 240-Rp 250 Per Liter

Whats New
UMKM Mau Ekspor ke Belanda? Simak Potensi, Jenis Produk, dan Hal yang Perlu Dicermati

UMKM Mau Ekspor ke Belanda? Simak Potensi, Jenis Produk, dan Hal yang Perlu Dicermati

Smartpreneur
Saatnya Pasir Kuarsa Jadi Komoditas Ekspor Andalan Masa Krisis

Saatnya Pasir Kuarsa Jadi Komoditas Ekspor Andalan Masa Krisis

Whats New
Jadwal KRL Yogyakarta-Solo Berlaku Oktober 2022

Jadwal KRL Yogyakarta-Solo Berlaku Oktober 2022

Whats New
Jadwal Lengkap KRL Solo-Yogyakarta Hari Ini, 2 Oktober 2022

Jadwal Lengkap KRL Solo-Yogyakarta Hari Ini, 2 Oktober 2022

Whats New
Mudah, Begini Cara Top Up ShopeePay lewat BRImo dan ATM BRI

Mudah, Begini Cara Top Up ShopeePay lewat BRImo dan ATM BRI

Spend Smart
Ciri-ciri Pinjol Ilegal dan Tips untuk Menghindarinya

Ciri-ciri Pinjol Ilegal dan Tips untuk Menghindarinya

Whats New
Komut PTPP Minta Proyek di Jakarta dan Tangerang Rampung Lebih Cepat dari Target

Komut PTPP Minta Proyek di Jakarta dan Tangerang Rampung Lebih Cepat dari Target

Whats New
Usaha Modifikasi Mobil Terus Bertumbuh, Menko Airlangga: Bisa Topang Perekonomian

Usaha Modifikasi Mobil Terus Bertumbuh, Menko Airlangga: Bisa Topang Perekonomian

Whats New
Syarat dan Cara Buka Tabungan Emas Pegadaian 2022

Syarat dan Cara Buka Tabungan Emas Pegadaian 2022

Spend Smart
Harga Turun, Simak Rincian Harga BBM Terbaru SPBU Vivo Per 1 Oktober

Harga Turun, Simak Rincian Harga BBM Terbaru SPBU Vivo Per 1 Oktober

Whats New
Cara Cek Penerima BSU Tahap 4 yang Cair Senin Depan

Cara Cek Penerima BSU Tahap 4 yang Cair Senin Depan

Whats New
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, ASN Diingatkan untuk Pegang Teguh Ideologi Pancasila

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, ASN Diingatkan untuk Pegang Teguh Ideologi Pancasila

Whats New
Erick Thohir Sebut Eropa Tertarik Beli Komponen Biodiesel Pertamina

Erick Thohir Sebut Eropa Tertarik Beli Komponen Biodiesel Pertamina

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.